BPBD Cianjur Waspadai Bencana Meningkat di 2022

Kantor BPBD Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, mencatat selama tahun 2021, ada sebanyak 220 jumlah kejadian bencana diiwlayah Kabuupaten Cianjur. Kejadian bencana hidrometeorologi yang dipicu tingginya curah hujan, cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.


Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Rudi Wibowo membenarkan jika di tahun 2021, kejadiian bencana relatif meningkat ada sebanyak 220 kali. berdasarkan hasil laporan, dibanding tahun sebelumnya hanya sebanyak 170 kali.


“Memang tren kebencanaan diwilayah Kabupaten Cianjur pada tahun 2022 cenderung meningkat. Terutama bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh tingginya curah hujan. Jika dilihat dari trennya, memang ada kecenderungan lebih meningkat,” kata Rudi kepada wartawan diruang kerjanya Senin (14/2/2022).


Menurutnya, dari sebanyak 220 kejadian bencana, tanah longsor dan pergerakan tanah masih mendominasi dengan jumlah149 kali. Selanjutnya banjir atau banjir bandang sebanyak 40 kali, angin puting beliung sebanyak 28 kali, gempa bumi 2 kali, dan abrasi 1 kali. “Selama tahun lalu, kejadian bencana kebanyakan berada di wilayah selatan,” terangnya.


Pasalnya selama 2021 kejadian bencana diwilayah Kabupaten Cianjur mencapai puncaknya pada November. Pasalnya, saat itu curah hujan tinggi disertai angin kencang sehingga mengakibatkan terjadi 61 kejadian. “Namun, secara rinci, kejadian bencana pada Januari sebanyak 14 kali, Februari sebanyak 23 kali, Maret sebanyak 11 kali, April sebanyak 9 kali, Mei sebanyak 10 kali, Juni sebanyak 12 kali, Juli sebanyak 2 kali, Agustus sebanyak 4 kali, September sebanyak 16 kali, Oktober sebanyak 20 kali, dan Desember 38 kali,” ungkapnya.


Sedanngkan, sambung Rudi, jumlah warga yang mengungsi akibat bencana ada sebanyak 162 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 531 jiwa dan yang terdampak sebanyak 624 kepala keluarga atau 1.809 jiwa. “Dari berbagai kejadian bencana tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya mengakibatkan 3 orang luka berat dan 21 orang luka ringan. Terdapat 34 rumah yang rusak berat, 61 rumah rusak sedang, dan 79 rusak ringan. Sedangkan yang terancam sebanyak 526 unit dan terendam sebanyak 281 unit,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.