Bos DPRD Kota Bogor Tindaklanjuti Kerusakan Jalan Amblas Yang Viral di Media Sosial

Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto dan perwakilan Kementerian PUPR meninjau lokasi jalan amblas, Selasa (31/8/2021). IST

BOGOR – Maraknya informasi terkait jalan ambles yang berlokasi di Jalan Sholeh Iskandar Simpang Jalan Raya Cilebut, dan viral di media sosial, membuat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor Atang Trisnanto meninjau lokasi tersebut, Selasa (31/8/2021).

Sampai di lokasi, Atang yang didampingi anggota DPRD Kota Bogor Karnain Asyhar dan perwakilan dari Kementerian PUPR melihat tembok penahan tanah yang berada di sebelah jalan.

Kemudian, Atang melihat ukuran jalan yang amblas dengan mengukur dengan meteran.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya melihat jarak penurunan tanah dari titik eksisting ke jalan amblas.

“Alhamdulillah saat ini kedatang tim PUPR Pusat, bersama Karnain dan Mardianto, sebenarnya ini sudah direncanakan dari beberapa tahun sebelumnya, namun, hari ini ada penurunan yang lebih tajam, sehingga harus dilakukan pengamanan, jalan yang paling pinggir, agar tidak terjadi korban,” tegas Atang Trisnanto yang juga politisi PKS ini kepada wartawan.

Selain penurunan tanah, jelas Atang, secara kasat mata jika dilihat penyebabnya karena terjadi keretakan tanggul atau tembok penahan tanah.

Secara kewenanganan, jalan tersebut berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.

“Intinya, PUPR Pusat sudah turun tangan dan akan segera dilakukan langkah darurat, untuk penanganan sementara,” ujarnya.

Dalam hal ini kata Atang DPRD Kota Bogor siap dan akan membantu Pemkot, berkoordinasi dengan pemerintah pusat (PUPR).

“Dan kami juga akan berkoordinasi dengan Komisi 5 DPR RI agar kondisi ini menjadi perhatian serius,” tekan dia.

Dilokasi yang sama, Kepala PPK 5.2 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta – Jawa Barat Arimi Indira mengungkapkan, untuk penanganan awal kedaruratan pihaknya akan melakukan pemasangan plat baja di lokasi untik mengurangi beban dinding penahan tanah.

“Kemudian penanganan permanen, bisa dilaksanakan 2022, saat ini sedang diajukan, nanti siang tim teknis kami akan melihat lebih lanjut penangananya. Apakah akan dilaksanakan tahun ini atau tahun depan,” terangnya.

Terkait penyebab jalan amblas, perempuan yang akrab disapa Indri ini menuturkan, penyebab jalan amblas dikarenakan dinding penahan tanah tidak kuat menahan beban.

“Sehingga menyebab tanahnya turun dan jalannya ikut turun, nanti akan dicek apakah dinding penahan tanahnya ini masih kuat,” ujarnya.

Indri menambahkan, saat ini pihaknya masih menunggu tim dari kementerian untuk melihat secara teknis kondisi jalan.=ROY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.