BMKG: Waspadai Potensi Cuaca Ekstrim di Jawa Barat

BMKG mengimbau warga untuk waspada di musim penghujan seperti ini. IST

CIBINONG – Musibah bencana banjir bandang di perkebunan teh Gunung Mas Kampung Rawa Dulang RT 02 RW 03 Desa Tugu Selatan Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor pada Selasa (19/1/2021) karena curah hujan dengan intensitas ekstrim.

Dalam rilis resmi dari Stasiun Kilmatologi Bogor, pada saat pra kejadian tercatat di pos Gunung Mas Puncak curah hujan sebesar 107,5 mm (Hujan Sangat Lebat). Sedangkan dari pos pengamatan Naringgul Puncak, tercatat curah hujan sebesar 112 mm (Hujan sangat lebat).

“Kondisi curah hujan yang cukup tinggi tersebut memicu luapan air sungai dan mengakibatkan banjir di sekitar daerah aliran sungai,” ungkap Abdul Mutholib, Kepala Stasiun Klimatologi Bogor, Kamis (21/1/2020).

Ia mengungkapkan, BMKG telah mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca ekstrem skala waktu per 3 jam untuk wilayah Jabodetabek sebelum terjadinya cuaca ekstrim di wilayah Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, yaitu pada tanggal 18 Januari 2021 dari pukul 17.20 WIB hingga 20.20 WIB dan pukul 22.20 WIB hingga 23.45 WIB.

Abdul Mutholib menjelaskan, pada bulan Januari hingga Februari 2021 di wilayah Jawa Barat diprediksi mengalami periode puncak musim hujan. Ia mengimbau, masyarakat mewaspadai potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang, puting beliung, maupun hujan ringan dan sedang yang bisa berlangsung secara terus-menerus.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyebabkan bencana hidrometeorologi (puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir, hujan es) serta dampak lainnya seperti banjir, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang, dan jalan licin,” pungkasnya. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.