Berpotensi Terjadi Kecurangan, Bawaslu Ajak Masyarakat Awasi Pemilu 2024

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bertajuk Konsolidasi Masyarakat Demokrasi dalam Menyongsong Pemilu 2024. IST

CIBINONG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor, mulai melakukan berbagai persiapan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Di antaranya mengajak elemen masyarakat dan insan media turut serta menjadi pengawas pemilu.

Dibahas secara intensif dalam Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bertajuk Konsolidasi Masyarakat Demokrasi dalam Menyongsong Pemilu 2024 di Lembah Anai Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (20/5/22),
pembahasan tersebut diikuti perwakilan media, organisasi kepemudaan (OKP), hingga mahasiswa.

Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor, Irvan Firmansyah mengatakan, Kabupaten Bogor menjadi wilayah dengan jumlah pemilih terbanyak untuk tingkat kota/kabupaten se-Indonesia. Bahkan, jumlah pemilihnya lebih besar dari beberapa provinsi seperti di wilayah Timur.

“Saat ini Daftar Pemilih Tetap (DPT) Berkelanjutan saja sudah masuk di angka sekitar 3,4 juta jiwa. Di pemilu sebelumnya saja kita punya sekitar 15 ribu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Ini terbesar se-Indonesia,” ujar Irvan kepada PAKAR, Minggu (22/5/2022).

Lebih lanjut Irvan menyebutkan, kondisi rasio jumlah pemilih dan luas wilayah
Kabupaten Bogor tersebut tidak berbanding lurus dengan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki Bawaslu Kabupaten Bogor.

Untuk itu, pengawasan dengan melibatkan masyarakat atau dikenal dengan pengawasan partisipatif sangat diperlukan. Sebab, semakin banyak yang mengawasi, akan semakin sempit ruang-ruang untuk mereka yang ingin menciderai demokrasi.

“Untuk itu kami sangat memerlukan peran aktif masyarakat dalam upaya menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Peran serta masyarakat tidak selesai ketika datang ke TPS dan menyampaikan hak pilihnya, tapi kita harapkan turut mengawasi setiap tahapannya,” harapnya.

Sementara itu, Komisioner Bawaslu Kabupaten Bogor Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga, Burhanudin memaparkan sejumlah tantangan yang akan dihadapi di Pemilu 2024.

Pertama, money politik atau politik uang. Persoalan ini masih terus berulang setiap pesta demokrasi berlangsung.

Bahayanya, kata dia, politik uang seperti sudah menjadi tradisi atau dianggap biasa. Cara curang ini mencederai cita-cita pemilu yang jujur dan adil.

“Ada juga politik transaksional lainnya yang mesti jadi perhatian, seperti mahar politik untuk calon-calon yang ingin maju,” kata Burhan.

Kedua, lanjutnya, yakni politik identitas. Isu ini belakangan masih selalu dihembuskan agar bisa mendulang suara. Padahal, politik identitas jelas berbahaya karena mengancam persatuan.

Ketiga soal netralitas ASN. Dalam setiap momentum pemilu pasti terjadi. Karena biasanya ASN ini ada dua tipe; ada yang lurus melaksanakan tugas, ada juga yang politik. Biasanya yang ingin berkarir cepat ikut dalam ruang politik praktis.

“Ini cukup rawan terjadi. Ketika dimobolisasi misalnya, ada kemungkinan menggunakan anggaran untuk kepentingan politik,” ungkapnya.

Keempat netralitas penyelenggara pemilu. Lembaga pemilu seperti Bawaslu dan KPU harus juga diawasi untuk menjaga hasil pemilu yang berkualitas.

“Integritas penyelenggara juga amat penting. Sehingga, hasil pemilu punya legitimasi yang kuat, melahirkan pemimpin berkualitas. Ini hanya beberapa yang umum, banyak juga tantangan lain yang mesti kita antisipasi bersama sedini mungkin,” tutur Burhan.

Berbagai upaya pun dilakukan agar masyarakat turut serta dalam pengawasan partisipatif. Misalnya, membentuk sekolah pengawasan, forum-forum diskusi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, hingga menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan.

“Dengan upaya-upaya ini, kita berharap bisa menghilangkan, atau setidaknya meminimalisasi segala tantangan-tantangan yang ada. Maka sangat penting masyarakat berperan aktif dalam mengawasi setiap prosesnya,” tandas Burhan. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.