Berpotensi Munculkan Faksi Iwan vs Rudy, Pengamat: Gerindra Jangan Sampai Salah Langkah

Tangkapan layar pertemuan Iwan Setiawan dan Rudy Susmanto di Rumah Kreatif Fadli Zon. (IG : @rudysusmanto)

CIBINONG – Sampai saat ini, rekomendasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bogor dari Ketua Umum (Ketum) Gerindra, Prabowo Subianto, belum juga dibuka.

Iwan Setiawan dan Rudy Susmanto,
dua sosok yang memiliki kekuatan untuk memenangkan Pilkada di Kabupaten Bogor pun masih menggantung.

Namun, kondisi itu pun dikhawatirkan akan membuat perpecahan di tubuh Gerindra jelang Pilkada 2024 di Kabupaten Bogor pada November mendatang.

Pengamat Politik dari Universitas Djuanda (Unida) Bogor, Gotfridus Goris Seran menjelaskan, kondisi sangat mungkin terjadi. Karena beberapa kader sudah bermunculan mendukung salah satu dari keduanya.

“Perpecahan ini memunculkan faksi di tubuh Partai Gerindra Kabupaten Bogor faksi Iwan vs faksi Rudy. Gejolak ini (berpotensi) membuat sejumlah kader terpecah ada yang ke Iwan dan ada yang ke Rudy,” kata Seran, Minggu (7/7/2024).

Seran menilai, keduanya memiliki gengsi dan rekam jejak yang seimbang untuk sama-sama mendapatkan restu
Ketua Umum partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk maju di Pilkada.

“Iwan ketua DPC Gerindra dan mantan Bupati. Sementara Rudy Susmanto Ketua Bapilu Gerindra yang juga Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” kata dia.

Keduanya, lanjut Seran, punya kontribusi besar terhadap kemenangan Partai Gerindra dalam dua pemilu terakhir. Pemilu 2019 Gerindra bisa meraih 14 kursi dan Pemilu 2024 12 kursi.

“Dengan kemenangan ini, Partai Gerindra tampil sebagai kekuatan politik signifikan di Kabupaten Bogor. Akan tetapi dengan kemenangan ini, Iwan Setiawan punya nilai lebih karena Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bogor,” papar dia.

Namun menurutnya, memiliki dua kader potensial tidak selalu diartikan sebagai keuntungan. Iwan dan Rudy akan menjadi dilema besar untuk partai Gerindra jika keduanya ngotot untuk maju di Pilkada Kabupaten Bogor.

Karenanya, Seran menilai Gerindra harus berhati-hati pada gejala perpecahan ini. Sebab, akan berdampak buruk bagi kemenangan Gerindra di Pilkada.

Tak hanya itu, lanjutnya, kesolidan antar kader partai juga akan memburuk jika Gerindra salah langkah dalam menentukan siapa kader yang akan mereka majukan pada Pilkada Kabupaten Bogor.

“Perpecahan ini tentu tidak diinginkan Prabowo, karena akan berdampak buruk terhadap soliditas dan kekuatan partai. Dampak lainnya adalah melemahkan citra partai di mata masyarakat Kabupaten Bogor, yang akan memilih calon bupati Bogor dalam pilkada 2024. Dampak buruk ini akan mempengaruhi pencapaian kemenangan dalam Pilbup Bogor,” tandasnya.

Sekedar informasi, Iwan dan Rudy sudah dua kali Iwan dan Rudy bertemu dan duduk satu meja. Pertama, pertemuan itu dilakukan
di wilayah Puncak, tepatnya di Kopi Tengah Sawah, Megamendung.

Kemudian teranyar, keduanya kembali bertemu. Kali ini dilakukan
di Rumah Kreatif Fadli Zon, Cimanggis, Depok, Sabtu, 6 Juli 2024 malam. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.