Bermotif Dendam, Tiga Pelajar Bacok MBS Hingga Tewas di Pasar Ciampea

Saat para pelaku memohon permintaan maaf dan menyesali membunuh MBS (16) di Pasar Ciampea beberapa hari lalu. Age | Pakar

CIBINONG – Pelajar berinisial AF (18) dan kedua teman lainnya berinisial SG (18), DD (17) meminta permohonan maaf setelah membacok secara berutal hingga merengut nyawa MBS (16) di Pasar Ciampea, Kabupaten Bogor, pada Senin (4/12/2023).

Pelaku berinisial AF (18) yang masih berstatus pelajar di SMK Pandu Cibungbulang mengatakan bahwa dirinya menyesal setelah membunuh pelajar dari sekolah lain dengan cara membacok menggunakan senjata tajam jenis celurit.

“Iyah saya menyesal dan saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban,” katanya kepada wartawan di Mako Polres Bogor, pada Senin 4 Desember 2023.

Sementara itu Wakapolres Bogor Kompol Fitra Juanda menyebut bahwa pelajar berinisial AF merupakan pelaku utama dari tewasnya MBS (16) pada Jum’at, (1/12) lalu.

“Pelaku menganiaya korban dengan cara menyabetkan senjata tajam jenis celurit ke arah leher korban ketika korban sedang pulang sekolah dan mengendarai sepeda motor hingga mengakibatkan korban meninggal dunia,” ujarnya.

Selain ketiga tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu buah senjata tajam jenis celurit, dua unit sepeda motor, dan pakaian korban yang berlumuran darah.

“Motif tersangka bahwa tersangka merasa dendam kepada sekolah korban, karena mengetahui anak sekolah pelaku pernah dibacok yang dilakukan anak sekolah korban,” jelas Fitra.

Lebih lanjut Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Teguh Kumara menjelaskan, kronologis kejadian berawal dari dua hari sebelum tewasnya MBS.

Ketiga tersangka bersama kelompok dari sekolahnya yang berjumlah sekitar 20 orang merencanakan sweeping ke sekolah musuh mereka yakni SMK Pelita. Sweeping dilakukan mereka dengan tujuan membalas dendam atas perbuatan yang disangkakan kepada SMK lawannya yang telah membacok salah satu teman tersangka.

“Setelah itu, pada saat adzan Jum’atan (1/12), mereka menggunakan 7 sepeda motor melakukan sweeping dan bertemu dengan korban, di mana para pelaku menduga bahwa korban ini adalah salah satu siswa sekolah yang akan disweeping oleh para pelaku sehingga terjadilah pengejaran terhadap korban,” tutur Teguh.

Korban pun yang bersama dua temannya panik melarikan diri menggunakan sepeda motor. Nahas, para tersangka mampu mengejar dan dengan cepat menebas celurit ke arah leher korban hingga meninggal dunia.

“Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara dan di Jo dengan pasal 351 ayat 3 yaitu penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang dengan ancaman 7 tahun,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.