Bermasalah, Disdik Tunda PHO Proyek “Kolam Renang” SMPN 3 Ciawi

0
57

BOGOR – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, pastikan tidak akan menginstruksikan pelaksanaan provisional hand over (PHO) atau penyerahan hasil sementara pekerjaan pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi. Sebelum penyedia jasa menyelesaikan pekerjaan sesuai perencanaan.

“Saya minta agar proyek pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi agar tidak di-PHO dulu, sebelum permasalahan air menggenang dituntaskan,” tegas Kepala Bidang Pembinaan SMP Disdik Kabupaten Bogor, Hidayat melalui pesan WhatsApp kepada pakuanraya.com.

Sementara kaitan ketiadaan plang nama kegiatan dalam proyek tersebut, Hidayat menyatakan, belum akan merekomendasikan agar kontraktor dicoret hitam, dan tidak dilibatkan dalam kepesertaan lelang Disdik edisi berikutnya.

“Kalau tidak memasang plang (proyek kegiatan), saya belum menemukan sanksi black list. Tapi, kalau putus kontrak baru kena sanksi coret hitam,” ucap dia.

Diketahui, proyek pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi, Kecamatan Ciawi, memunculkan seribu pertanyaan. Salah satu proyek fisik di lingkungan Disdik Kabupaten Bogor itu, diketahui tanpa plang kegiatan. Misterius, layaknya proyek siluman.

“Saya tidak bisa menyebutkan nama penyedia jasanya, harus koordinasi terlebih dahulu dengan direkturnya,” ujar pelaksana proyek, Dedi.

Dijelaskan dia, pembangunan lapangan SMPN 3 Ciawi dengan nominal anggaran Rp196 juta dimulai sejak September, dan sudah rampung menurut jadwal kontrak kerja.

Namun, ada laporan ketika hujan, air menggenang, sehingga dilakukan perbaikan.

“Kebetulan masih dalam masa pemeliharaan, dan sudah seminggu ini dilakukan perbaikan,” sebut dia.

Dedi juga berdalih pihaknya sudah memasang plang proyek kegiatan. Namun, karena sudah selesai, plang tersebut dicabut.

Kepala SMPN 3 Ciawi, Ari Widayati, mengaku merasa dirugikan dengan pekerjaan pembangunan lapangan. Apalagi selama berlangsungnya pekerjaan fisik, pihak ketiga tidak pernah berkoordinasi, untuk sekedar menjelaskan progres pekerjaan.

“Pelaksana pembangunan memang sempat permisi memohon izin sebelum memulai pekerjaan, tapi tidak pernah diberitahukan gambar, nama perusahaan dan besaran anggarannya berapa,” ucapnya.

Ia juga mengaku pernah menanyakan kepada pelaksana perihal plang nama kegiatan tidak pernah terlihat. Namun, dijawabkan sudah dibuat dan dipasang.

“Tapi, saya, guru maupun warga sekolah tidak pernah melihat plang nama proyeknya dipasang dimana. Memang dalam hal ini tidak ada kaitannya, sekolah hanya terima beres. Akan tapi kami khawatir sekolah ada kesan pihak sekolah ikut menyembunyikan permasalahan,” katanya.

Menurut mantan Kepala SMPN 02 Tanjungsari itu, secara materi pihaknya tidak mengalami rugi, tapi immateriil merugi, karena kegiatan keagamaan yang biasanya dilakukan pada pagi hari tidak bisa dilaksanakan.

“Yang jelas memang Pelaksananya tidak memiliki itikad baik. Hari ini saja (kemarin) melakukan pekerjaan pemeliharaan tidak permisi dulu, saya sendiri kaget tiba-tiba ada pekerja membongkar lapangan,” tutup Ari Widayati.

IQBAL RUKMANA | ACHMAD KURNIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.