Belum Jelas UMK Cianjur 2023 Naik, Buruh Mulai Cemas

Kantor Disnakertrans Kabupaten Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR – Hingga saat ini, Upah Minimum Kabupaten (UMK) Cianjur masih belum jelas apakah bisa naik atau tidak di tahun 2023 yang akan datang.

Pasalnya, saat ini diketahui UMK Cianjur berada di angka Rp 2,699,814 berada dibawah tetangganya Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Sukabumi.

Sementara itu, di Kabupaten Cianjur terhitung dari sejak mengajukan 1 kali kenaikan upah ditahun 2022 melalui berbagai organisasi serikat buruh dan telah disampaikan Pemkab Cianjur kepada Pemprov Jabar.

Namun lagi-lagi hasilnya masyarakat Cianjur hanya bisa geleng-geleng kepala dan mengerutkan dahi.

Kemudian, mengajukan kembali pada tanggal 19 September 2022 dan saat ini tengah menunggu hasil keputusan.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur Endan Hamdani mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil keputusan Gubernur Jawa Barat(Jabar).

“Mengenai informasi keberlanjutannya kita masih menunggu,” kata Endan kepada wartawan, Rabu, (21/09/2022).

Endan mengaku batas penetapan UMK terjadi di Bulan November untuk realisasi di tahun berikutnya.

“Disana tersirat batas penetapan UMK itu setiap 30 November pada saat tahun belum berjalan. Contohnya untuk tahun 2023,”terangnya.

Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Cianjur Hendra Malik meminta Bupati Cianjur harus membuat surat kenaikan upah disesuaikan dengan kenaikan harga BBM.

“Minimal 15 persen, penyesuaiannya tergantung ketika nanti kita berbicara hak layak hidup kaum buruh maka harusnya diangka 3 juta seratus,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.