Belum Berizin, Cut and Fill Pembangunan Cafe di Banjarsari Sudah Berjalan

0
13

BOGOR – Meski belum punya perizinan lengkap dari dinas teknis, aktivitas cut and fill di lahan yang kabarnya untuk pembangunan cafe di RT 03/03 Banjarsari, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Sudah berjalan. Bahkan berdasar pantauan, pekerjaan perataan tanah menggunakan alat berat sudah berlangsung hampir sebulan ini.

Kepala Desa Banjarsari, Misbah tak menampik adanya aktivitas cut and fill tersebut. Ia menerangkan jika pekerjaan perataan tanah dengan alat berat dilakukan pengusaha yang berinvestasi di wilayah kerjanya karena sudah punya modal izin lingkungan dari masyarakat sekitar.

“Izin lingkungan sudah selesai, sudah dirapatkan di desa juga jadi tidak ada masalah,” ujarnya, Rabu (19/8/2020).

Bahkan, kata Misbah menjelaskan, warga yang menyetujui adanya pembangunan cafe di lahan yang sebelumnya bernama Saung Ema sudah melebihi batas maksimal. “Izin lingkungan yang tertulis 40, tapi yang tidak keberatan alias ok sudah 50 orang,” ucapnya.

Misbah juga menjelaskan jika di lahan tersebut akan dibangun cafe, bukan resort seperti yang ramai terdengar di masyarakat.

Sementara, pernyataan Kades Banjarsari yang menyebutkan izin lingkungan sudah rampung, ternyata tidak benar adanya. Ada beberapa warga yang menolak membubuhkan tanda tangan setuju dengan berbagai alasan.

“Kabar beredar akan dibuat beberapa titik sumur artesis di lahan untuk cafe tersebut, saya tidak setuju karena khawatir dampaknya,” ujar warga RT 03/03 Desa Banjarsari Nuryadi.

Dia mengaku, memang pernah dikumpulkan oleh RT untuk persetujuan pembangunan cafe tersebut. Namun menolak memberikan tanda tangan setuju.

“Walaupun diiming-imingi uang yang nilainya juga tidak seberapa, saya menolak karena dampaknya. Saya tidak sendiri, ada beberapa warga juga yang keberatan dengan pembangunan cafe tersebut,” tandasnya.

Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Dapil III, Heri Aristandi menyatakan keberatan proyek pembangunan cafe di RT 03/03 Desa Banjarsari.

“Lokasi proyek pembangunan cafe berada tidak jauh dari tempat tinggal orang tua saya, banyak faktor kenapa saya tidak setuju. Salahsatunya faktor lalu lintas, contohnya keberadaan Chevilly Resort and Camp yang setiap akhir pekan atau pada waktu libur menyebabkan macet panjang,” katanya.

ACHMAD KURNIAWAN

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.