Belum ada Solusi, Disdik Biarkan KBM di SDN Bojong Jengkol 01 Tetap Dilantai

Tampak para siswa-siswi SDN Bojong Jengkol 01 Ciampea melakukan kegiatan KBM di lantai halaman sekolah, karena kuatir bangunan sekolahnya ambruk. (Ist)

CIBINONG – Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor angkat bicara terkait puluhan siswa menggelar proses belajar mengajar dengan cara mengampar di depan ruang kelas setelah satu siswa tertimbun material bangunan SDN Bojong Jengkol 01 yang sedang rapuh.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Burhanudin membenarkan bahwa terdapat sekitar 20 siswa sedang menjalani prose belajar mengajar dengan cara ngampar di SDN Bojong Jengkol 01.

“Benar kemarin kita terima laporan ada puluhan siswa SDN Bojong Jengkol 01 belajar didepan ruang kelas dengan cara Ngampar. Karena bangunan sekolah itu sudah mulai rapuh, bahkan material bangunan juga sempat menimpa satu siswa yang sedang diluar,” katanya kepada PAKAR, pada Senin 6 November 2023.

Ia juga memastikan kalau proses belajar mengajar di SDN Bojong Jengkol 01 Ciampea akan terus berjalan dan tak akan ada kendala. “Kita pastikan proses belajar mengajar di SDN Bojong Jengkol 01 tidak akan berhenti dan akan terus berjalan. Dan kita juga dari Disdik melalui Bidang Sarpas sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisi bangunan sekolah tersebut,” ungkapnya.

Senada dikatakan Kepala Seksi (Kasie) Kurikulum dan Kelembagaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Didin Syafrudin bahwa kondisi siswa SDN Bojong Jengkol 01 saat ini masih menjalani belajar didepan kelas dengan cara mengampar.

“Informasi yang kita dapat ada tiga rombel (rombongan belajar) di SDN Bojong Jengkol 01 Ciampea belajar dengan cara Ngampar. Dan itu adalah inisiatif dari pihak sekolah belajar didepan ruang kelas,“ ucapnya.

Ia juga menyebut hal ini digunakan untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, setelah bangunan SDN Bojong Jengkol 01 mengalami rapuh. “Inikan inisiatif dari pihak sekolah agar mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan dan menjaga keamanan siswa SDN Bojong Jengkol 01. Dan memang bangunan sekolah ini harus mendapatkan pembenahan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala SDN Bojong Jengkol 01, Rita bahwa beberapa hari belakangan ini puluhan siswanya melaksanakan proses belajar mengajar diluar kelas atau dihalaman sekolah.

Ia mengaku khawatir bangunan lantai dua SDN Bojong Jengkol 01 ambruk, sebab dibeberapa bagian ruang kelas sudah sudah mengalami retak.

“Saya sangat khawatir, karena bangunan 2 lantai tersebut sudah mengalami retak. Keretakan terparah terdapat dibagian dinding bangunan. Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, maka kita menyarankan anak-anak untuk melaksanakan proses belajar mengajar dihalaman sekolah,” katanya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya telah mengajukan rehabilitasi ruang kelas untuk mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak bagi anak-anak SDN Bojong Jengkol 01 tersebut.

“Kita sudah mengajukan ke Disdik untuk mendapatkan rehab tapi kalau menurut orang Dinas (Disdik), Angagran 2024 itu sudah habis, dan paling diajukan nanti tahun 2025, dan berharap agar pihak sekolah terus jemput bola ke Dinas,” ucapnya.

Disamping itu, orang tua siswa, Linda menerima langkah yang dilakukan oleh pihak sekolah untuk melaksanakan proses belajar mengajar sementara di luar kelas terlebih dahulu.

“Saya setuju sama pihak sekolah untuk melaksanakan belajar mengajar di luar kelas terlebih dahulu, tapi saya sangat kecewa dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor karena minim perhatian fasilitas pendidikan bagi anak-anak di SDN Bojong Jengkol 01,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.