Belajar dari YouTube, Pelaku Pembobol ATM Minimarket di Gunung Putri Jebol Tembok hingga Bawa Kabur Rp300 Juta

Tiga pelaku pembobol ATM minimarket di wilayah Gunungputri, Kabupaten Bogor tertunduk di Mako Polres Bogor. (Khaerul Umam | Pakar)

CIBINONG – Tiga pelaku pembobol mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di salah satu minimarket yang ada di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, ditangkap polisi. Satu di antaranya seorang perempuan.

Kapolres Bogor, AKBP Rio Wahyu Anggoro mengungkap, ketiga pelaku tersebut ditangkap tak lama peristiwa terjadi pada 20 Mei 2024. Ketiganya diamankan di sebuah kontrakan di wilayah Kota Depok.

“Ketiga pelaku yang kami tangkap adalah AMM yang berperan sebagai ketua tim. Kemudian DAS dan juga perempuan berinisial FS yang bertugas membantu. Sementara ada juga satu lagi DPO,” ungkap Rio di Mako Polres Bogor, Senin (27/5/2024).

Rio menjelaskan, para tersangka berhasil membobol ATM di minimarket hingga Rp300 juta lebih. Aksi tersebut berjalan setelah mereka menyewa sebuah rumah yang lokasinya persis bersandingan dengan minimarket.

Menyewa dengan rentang waktu sekitar dua pekan, lanjut Rio, para tersangka melancarkan aksinya dengan menjebol tembok rumah kontrakan menggunakan berbagai alat yang telah disiapkan.

“Pelaku menyewa sebuah rumah di sebelah toko dan melakukan pembobolan rumah dan menembus ke minimarket. (setelah menjebol tembok) mereka melakukan pengelasan (terhadap mesin ATM),” jelasnya.

Namun karena proses pengelasan, kata dia, terjadi korsleting listrik hingga mengakibatkan kebakaran pada minimarket dan tercatat kerugian mencapai Rp1,6 miliar.

“Karena kebakaran, para tersangka kabur dari lokasi. Total kerugiannya mencapai Rp1,6 miliar,” terang Rio.

Dari ketiga tersangka yang diamankan, satu di antaranya terpaksa ditembak di bagian kaki sebelah kanan. Karena pada saat penangkapan melakukan perlawanan.

“Satu yg ditembak karena melawan petugas. Dan kami juga akan lakukan tindakan tegas kepada satu DPO,” tegas Rio.

Kasat Reskrim Polres Bogor, AKP Teguh Kumara menambahkan, proses menjebol tembok tersebut diakui para pelaku belajar dari YouTube.

“Mereka menggambar situasi dulu sebelum membongkar (menjebol tembok). Setelah itu baru eksekusi. Ngakunya itu belajar dari YouTube,” jelas Teguh.

Sementara, berdasarkan pengakuan AMM, ketua pelaku mengaku bahwa dari uang yang berhasil mereka ambil sekitar Rp300 juta lebih, itu dibagi empat termasuk kepada DPO.

“Saya kebagian Rp80 juta yang lainnya Rp70 juta tapi dibawa kabur (oleh DPO),” katanya. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.