Begini Kemeriahan Pelepasan Wisuda Penghafal Al-Qura’an di Ponpes Al-Qur’an dan Sains Nurani

Suasana pelepasan wisuda di Ponpes Al-Qur'an dan Sains Nurani. (Ist)

RANCABUNGUR – Proses pelepasan santri Podok Pesantren Al-Qur’an & Sains Nurani Cabang Bogor digelar dengan Wisuda Hafidz 30 Juz dan Wisuda Qurro Binnadhor Takrim Sima’an Al-Qu’an dari Juz 5 sampai Juz 30. Acara tersebut dilaksanakan di Gedung Boash Convention Center, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, bahkan acara berlangsung hikmat hingga membuat isak tangis keluarga penghafal Al-qur’an.

Pimpinan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Qur’an & Sains Nurani, Dr. Kh. M, Ilyas Marwal, MA mengatakan, ini adalah acara penghargaan bagi penghafal penghafal Al-Qur’an dari 5 Juz hingga 30 Juz.

“Jadi sebenernya kita lebih pantas kita memberikan penghargaan daripada ini, karena Allah saja bangga dengan mereka. Kemudian malaikat pun bangga memberikan penghargaan dan termasuk salah satu kewajiban kita memberikan penghargaan kepada para penghafal penghafal Al-Qur’an,” ujarnya, Minggu (30/06/24).

Ia mengatakan, pelepasan santri dan santriwati berjalan dengan sesuai harapan serta hikmat, hal tersebut tentunya menjadi suatu kebanggan bagi dirinya. “Alhamdulillah yang hafal 30 Juz, 25 Juz, minimal mereka yang hafal 5 Juz dan termasuk yang hafal tahsin ini ada 254 santri dan santriwati,” tambahnya.

Ia berharap, setelah di Wisuda agar mereka menjadi seorang generasi yang qur’ani, dan kita juga mengharapkan mereka menjadi bukan hanya sekedar ulama, tapi kita harapkan mereka juga menjadi pemimpin ummat Negara. “Jadi merekalah yang kita harapkan bisa memperkenalkan islam yang moderat dengan pemahaman Al-Qur’an dengan benar,” tegasnya.

Sementara Panitia Acara, H. Tubagus Masnun menambahkan, dalam kegiatan ini tentunya berjalan dengan sukses serta para Hafidz menjalankan tugasnya penuh dengan hikmat. “Saya ucapkan selamat kepada para Wisudawan dan wisudawati yang telah menerima penghargaan pada hari ini. Dengan harapan semoga para santri ini bisa membawa Al-Qur’an kedalam kehidupannya, mempengaruhi dirinya dan mempengaruhi akhlak bangsa,” ujarnya.

Menurutnya, Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan karakter yang berakhlak kul karimah yang bisa menghadapi tantangan dunia global ini. Dengan tantangan media sosial yang begitu sangat dahsyatnya masuk ke rumah rumah. “Dengan begitu, diharapkan para santri alumni pesantren ini seluruhnya, terutama para hafidz bisa mampu membentengi dirinya sendiri dan keluarganya serta masyarakat Indonesia pada umumnya,” katanya.

Ia mengatakan, para hafidz tentunya selepas wisuda bisa menjadi generasi yang membanggakan baik bagi keluarganya maupun bagi bangsa dan negara. “Insya Allah mereka ini akan menjadi generasi yang bisa memimpin bangsa kepada yang lebih baik lagi,” tambahnya.

Dikatakannya, dengan zaman globalisasi ini justru pihaknya bisa memanfaatkan hal itu, kepada hal yang lebih positif. “Kalau kita bisa memanfaatkan hal hal seperti itu ke hal positif, kita bisa jadi positif. Tetapi kalau kita tidak bisa memanfaatkannya, akan menjadi negatif. Jadi insya Allah para santri dibekali dengan hal hal positif,” tutupnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.