Batal di Monas, DKI Jakarta Cari Lokasi Pengganti Balap Mobil Formula E

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. IST

JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui PT Jakarta Propertindo (Jakpro) tiba-tiba membatalkan kawasan Monas sebagai arena gelaran balap mobil bebas emisi Formula E. Belum ada alasan yang jelas terkait pembatalan lokasi ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria (Ariza) mengatakan, hingga sekarang pihaknya belum meneemukan lokasi baru untuk menggelar ajang ini. Mereka masih mengakaji sejumlah lokasi namun dia tak membeberkan lokasi mana saja yang ditarget menjadi lintasan balap mobil bebas emisi ini.

“Terkait lokasi nanti masih terus dalam pengkajian mana yang terbaik,” kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Politisi Gerindra ini memastikan, lokasi baru untuk gelaran Formula E jelas jauh lebih baik dari kawasan Monas, namun dirinya menyerahkan sepenuhnya  pencarian lokasi baru ini kepada Jakpro selaku panitia penyepenggara Formula E di Jakarta.

“Ya silakan saja dilakukan penelitian pengkajian mana tempat yang terbaik terakhir diputuskan di monas nanti Jakpro bersama konsultan dan lain-lain dan penyelenggara akan menyampaikan tempat yang terbaik Apakah tetap di Monas atau di tempat lain itu diserahkan kepada panitia dengan tim dan ahlinya,” tuturnya.

Senda Director Sportainment PT Jakarta Propertindo M. Maulana mengaku masih mencari lokasi alternatif untuk dijadikan sirkuit. Pencarian lokasi akan melibatkan berbagai pihak.

“Saat ini lokasi masih dalam pertimbangan ke beberapa lokasi yang memiliki potensi untuk menunjukkan city branding dan ikon-ikon Kota Jakarta,” kata Maulana.

Meski demikian, Maulana yakin gelaran Formula E pada 2020 di Jakarta akan sesuai rencana. Dia memastikan bahwa sirkuit balap akan bersinggungan dengan ikon Jakarta.

“Jakarta akan jadi sorotan dunia dan akan dilihat oleh seluruh dunia. Akan banyak orang dari dalam dan luar negeri yang datang ke Jakarta, berbelanja di Jakarta, dan menginap di Jakarta,” tuturnya.

Perlu diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sempat melalukan uji coba lintasan Formula E di kawasan Monas setahun lalu. Pelataran Monas sempat diaspal lalu dibomgkar lagi. 

Aspal hitam tersebut dipasang di atas batu alam (cobblestone). Pengaspalan dibuat dengan panjang 4 meter dan lebar 5 meter. Sehingga, tidak menutupi ruas jalan sepenuhnya, melainkan hanya sebagian dari ukuran jalan.  

Namun penyelenggaraan ajang ini mendapat penolakan dari Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Kawasan Monas tak sembarangan dipakai menggelar hajatan termasuk Formula E, kalaupun diperbolehkan, rekomendasinya harus dikeluarkan TACB. =MHD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.