Baru Sebulan Dibangun Pakai Dana APBD Hampir Rp2 Miliar, Jalan di Parakan Muncang Sudah Rusak

Jalan raya Desa Parakan Muncang Kecamatan Nanggung yang baru dibangun dengan anggaran Rp1,8 miliar, belum satu bukan sudah banyak rusak. (Fahri | Pakar)

NANGGUNG – Belum genap satu bulan selesai dikerjakan melalui proyek tender rekonstruksi pembangunan jalan Dinas PUPR senilai hampir Rp2 miliar, kondisi jalan Panjaungan-Nanggung-Curug Bitung, tepatnya di ruas Kampung Lukut, Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor saat ini sudah mengalami banyak kerusakan.

Berdasarkan informasi yang didapat, proyek tender jalan tersebut dikerjakan oleh penyedia jasa CV LSM dengan Konsultan Pengawas PT NP. Saat ini, badan jalan tersebut terlihat puluhan keretakan memanjang juga terdapat dua titik jalan sudah terkelupas (rusak).

“Sangat disayangkan proyek perbaikan jalan dengan menelan biaya 1,8 miliar rupiah tapi belum satu bulan selesai dikerjakan sudah alami kerusakan,” kata Rofiudin, seorang warga di wilayah itu, Kamis (4/1/2024).

Ia mengungkapan, pada saat kegiatan pembangunan berjalan pengecoran memang sudah sangat merugikan masyarakat dan tidak ada untuk keselamatan pengguna jalan.

“Ada 25 keretakan yang memanjang, belum keretakan yang kecil. Dugaan kita pengerjaan jalan itu di kerjakan secara asal-asalan dan hanya menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” jelasnya.

Dia berharap, instansi terkait segera turun dan melihat langsung hasil dari pengerjaan jalan tersebut sekaligus memberikan teguran kepada pihak pemborong (penyedia jasa).

“Dinas terkait diharapkan untuk turun dan melihat langsung hasil pengerjaan yang belum lama ini di kerjakan sudah alami kerusakan pada bagian jalan yang baru dicor beton,” jelasnya.

Sementara Ketua Diaspora Mahasiswa Muhammadiyah Nanggung (DMMN) Refi mengatakan, melihat hasil pengerjaan proyek tender perbaikan jalan tersebut, seharusnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor lebih tegas di dalam melakukan pengawasan pembangunan jalan di semua wilayah Kabupaten Bogor .

“Seharusnya, Dinas PUPR segera turun meninjau langsung ke lokasi dan cek pembangunan fisik di lapangan. Karena ini menelan biaya yang cukup besar dari hasil uang pajak rakyat Jangan sampai hasilnya merugikan masyarakat,” tukas Refi. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.