Baru 23,89 Persen Nakes yang Terima Vaksin

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Achmad Zaenudin. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Lima hari pasca-pencanangan Vaksinasi Covid-19 dilaksanakan, baru sekitar 23,89 persen tenaga kesehatan yang sudah menjalani vaksin.

Hal itu diungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Achmad Zaenudin saat dihubungi PAKAR, Selasa (2/2/2021).

Menurutnya, program vaksinasi masih terus berjalan bertahap hingga selesai sesuai target 12.800 tenaga kesehatan.

“Per kemarin atau hari kelima pasca pencanangan, baru 23,89 persen tenaga kesehatan yang sudah vaksin. Ini masih terus berjalan ya,” katanya.

Pria yang akrab disapa dokter Zen ini menyebut jika selama proses pelaksanaan vaksin dilakukan, pihaknya menemukan beberapa kendala.

Salah satunya adalah terpaparnya tenaga kesehatan yang telah masuk data vaksinasi tahap pertama tersebut, sehingga menjadi penyintas atau orang yang sudah terpapar Covid-19.

“Penyintas kan tidak bisa ya, sehingga ada pengalihan tapi itu juga di akhir vaksinasi dilakukannya. Ya kita berharap proses vaksinasi ini terus berjalan hingga selesai sesuai target akhir Februari ini,” jelas dokter Zen.

Diketahui, program Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Bogor dilaksanakan pertama kali pada 28 Januari lalu. Pemkab Bogor menargetkan program tersebut rampung akhir Februari 2021.

Dimana sebanyak 25.600 vaksin yang tersedia, harus sudah diterima secara menyeluruh oleh 12.800 penerima.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kalrtarina mengungkapkan,
12.800 penerima vaksin akan mendapatkan dua kali suntikan, dengan rentang waktu selama 14 hari pasca penyuntikan pertama yang dilaksanakan
hari ini.

“Vaksinasi dilakukan serentak di 101 puskesma, empat RSUD, RSPG Cisarua, RSAU Hassan Toto, 22 rumah sakit swasta dan tujuh klinik,” ungkap Mike dalam pencanangan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Cimandala, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, 28 Januari 2021. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.