Banyak Truk Tambang Langgar Jam Operasional, Warga Minta Petugas Tegas dan Klaim Punya Bukti Dugaan Pungli

Suasana jalan Parungpanjang yang menjadi salah satu lintasan lalu lalang angkutan tambang. IST

PARUNGPANJANG – Meski sudah ada Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 120 tahun 2022 tentang pengaturan waktu jam operasional truk angkutan tambang, namun hingga saat ini masih banyak kendaraan tambang yang melanggar aturan tersebut.

Seperti diungkapkan seorang warga Kecamatan Parungpanjang Suherman yang mengaku masih melihat puluhan truk tambang melanggar jam operasional pada siang dan sore hari.

“Padahal dalam Perbup Bogor diatur jam operasional truk tambang itu mulai pukul 20.00 hingga 05.00 WIB. Tapi fakta di lapangan justru truk tambang tetap melanggar aturan tersebut,” ucap Eman, sapaan akrabnya, Selasa (5/4/2022).

Ia mengungkapkan, bahwa pelanggaran itu sudah bukan jadi rahasia umum lagi, karena sudah banyak sopir truk tambang yang kena razia petugas dan warga saat dilakukan operasi putar balik arah.

“Bahkan ada indikasi mereka bisa lolos atau masuk ke jalan raya Parungpanjang karena telah memberi uang pengaman. Sopir itu mengaku bayar puluhan ribu ke oknum pelaku pungli. Warga punya kok bukti rekaman video pengakuan sopir,” bebernya.

Warga lainnya, Yayan mengatakan, truk angkutan tambang yang melanggar jam operasional tersebut sengaja masuk ke wilayah jalan Parungpanjang agar tidak antre di wilayah Kabupaten Tangerang.

“Kalau ingin lebih detail faktanya, silahkan nongkrong saja di perbatasan jembatan Malang Nengah. Di situ banyak tronton yang ngetem (parkir) dan mau masuk ke wilayah Parungpanjang,” jelasnya.

Ia menambahakan, warga dari Satgas bersama jajaran Satpol PP dan Koramil Parungpanjang sudah berusaha sekuat tenaga dan bertindak tegas mengawal pelaksanaan Perbup 120 tahun 2021.

“Terkait masih ada pelanggaran, tentu kami berharap semua pihak bisa lebih kompak melakukan penegakan Perbup 120 ini,” pungkas Yayan.

Dikonfirmasi hal ini, Kasi Ops dan Kabid Lalin Dishub Kabupaten Bogor belum memberikan jawaban. Sedangkan Kanit Satpol PP Kecamatan Parungpanjang Dadang Iskandar mengaku sudah banyak menerima keluhan warga terkait pelanggaran jam operasional.

“Kami sudah berupaya maksimal untuk penegakan Perbup 120, dengan segala keterbatasan kewenangan dan personel. Kami masih terus melakukan upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya agar Perbup 120 ini bisa lebih maksimal penegakannya,” tukas Dadang. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.