Banyak Aksi Demo, Kondisi Kabupaten Cianjur Sedang Tidak Baik dan Kepercayaan Publik Menurun

Inilah salah satu aksi demo yang dilakukan Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Cianjur (AMMC) di kantor kementrian agama Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR— Sejumlah aksi Unjuk Rasa (Unras) atau demontrasi marak terjadi diwilayah Kabupaten Cianjur. Unras tersebut, terjadi dari sejak memasuki tahun 2022. Pasalnya, berdarasarkan data aksi unjuk rasa tercatat ada sebanyak 12 kejadian dari sejak bulan Januari hingga Agustus 2022.


Informasi yang berhasil dihimpun, aksi menyuarakan berpendapat dalam unras atau demo ini terjadi dari sejak memasuki tahun 2022. Dalam aksi unjuk rasa tersebut, ada beberapa tuntutan masyarakat diantaranya soal pelayanan beberapa DPRD serta dinas instansi, dugaan korupsi, mafia tanah, kebijakan Pemkab, kinerja Kepala Desa(Kades), dituntut mundur dari jabatannya dan kepada perusahaan-perusahaan lainnya. Seperti aksi demo yang dilakukan pada hari ini Senin, (22/8/2022) kekantor DPRD Kabupaten Cianjur dan kantor Kementrian Agama (Kenang) Cianjur, Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Cianjur (AMMC).


Salah seorang pengamat kebijakan publik dari Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Putra Indonesia (UNPI) Astri Dwi Andriani menjelaskan, secara pandangan demontrasi tersebut, sah-sah saja dilakukan sebagai media penyalur aspirasi seseorang maupun kelompok. “Selama aksi unras tersebut, memenuhi persyaratan dan ketentuan yang berlaku itu, memang sah-sah saja asalkan tidak merusak dan menggangu ketertiban umum,” tegas Astri kepada wartawan, Senin (22/08/2022).


Astri mengatakan apabila pandangan demontrasinya itu, akan dijadikan sebagai opsih terakhir ketika komunikasi persuasif dari informasinya tidak berjalan baik. Disisi lain aksi Demontrasi dengan massa yang besar akan menarik media massa pada dan akhirnya menjadi isu yang menarik bagi pemangku kebijakan. “Hal itu, dapat dilakukan jika memang tidak mencapai titik temu. Sehingga dapat turun dan diapresiasi untuk memperhatikan apa yang disuarakan masyarakat,” katanya.


Bahkan sebelumnya, Bupati Cianjur H. Herman Suherman, saat diwawancarai wartawan mempersilahkan untuk melakukan aksi unjukrasa asal tidak mengangu aktivitas masyarakat. “Jika saya boleh usul dan menyarankan tidak usah ramai-ramai turun cukup saja diwakili oleh perwakilannya saja,” pintanya.


Sebenarnya, lanjut H Herman, setiap organiisasi perangkat daerah (OPD) yang ada dilingkungan Pemkab Cianjur, akan menyambut baik segala usulan masyarakat atau keluh kesahnya. “Insya Allah dijajaran organsasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Cianjur, akan menyambut baik segala usulan atau aspirasi masyarakat yang memberikan informasi-informasi yang positif,” pungkasnya= SYA.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.