Bangun 3 SD di Sukajaya, Pemkab Bogor Bakal Minta Hibah Lahan ke PTPN

Kabid Pertanahan DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto. (Age | Pakar)

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) berencana akan meminta hibah lahan untuk mempermudah Dinas Pendidikan membangun tiga sekolah dasar yang terdampak bencana alam longsor di Sukajaya pada 2020 lalu.

Sebab tiga SD yakni SDN Cileuksa 02, SDN Cileuksa 05 dan SDN Pasir Madang 03 di Kecamatan Sukajaya tersebut sampai saat ini belum juga dibangun karena terkendala tidak adanya lahan milik aset Pemerintah Daerah.

Kabid Aset BPKAD Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto mengatakan terkait banyak lahan orang lain atau milik PTPN di Kecamatan Sukajaya, maka pihaknya bakal meminta hibah atau dibebaskan demi memberikan pendidikan yang layak bagi masyarakat setempat.

“Kalau ada lahan orang lain dan nanti kita akan diskusikan, apakah akan kita bebaskan atau kita minta hibah ke PTPN. Soalnya ini untuk mempermudah Disdik dalam membangun tiga sekolah dasar di Sukajaya,” katanya kepada PAKAR.

Lanjut, apabila tidak bisa dibebaskan atau diminta hibah lahan tersebut dari orang lain atau PTPN, maka pihaknya perlu mencarikan solusi.

“Tapi kalau tidak bisa, maka akan kita carikan solusinya terkait dengan tanah. Dan yang jelas petama saya dengan teman-teman hrus mensurvei ke lapangan terlebih dahulu untuk mencarikan aset Pemda yang terdekat dari situ,” ungkapnya.

Ia berharap pencarian lokasi untuk pembangunan tiga SD tersebut dapat mempersulit masyarakat saat mengakses jarak yang ditempuh.

“Kita bisa manfaatkan, makanya kita akan mengecek wilayah sana, apakah terdekat dengan lokasi awal agar masyarakat untuk bersekolah tidak terlalu jauh jaraknya. Jadi kita akan survei ke lapangan untuk mencari aset Pemda terdekat di lokasi bencana,” harapnya.

Pemberitaan sebelumnya Kepala Seksi (Kasie) Pembangunan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Yanto Pradipta bahwa untuk sampai saat ini baru SDN Cileuksa 05 yang dalam waktu dekat sekolah tersebut siap dibangun.

“Kita terkendala soal lahan, kita siap membangun dan anggarannya pun kita siap. Tapi kalau lahannya ga ada, yah gimana. Soalnya kita terkendala oleh lahan,” katanya kepada PAKAR.

Ia menuturkan namun SDN Cileuksa 05 di Kecamatan Sukajaya itu perlu dipastikan lagi legalitas lahan yang siap dibangun tersebut, meskipun pihaknya telah menyiapkan dana sebesar Rp 1,6 miliar untuk pembangunan sekolah.

“SDN Cileuksa 05 kalau tanahnya clear dan sudah menjadi aset Pemda (Pemerintah Daerah) maka kita siap bangun dan kita juga sudah siapkan dana membangunnya dengan nilai Rp 1,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” ungkapnya.

Ia mengaku bahwa di Kecamatan Sukajaya sendiri banyak lahan PT Perkebunan Nusantara (PTPN), sehingga pihaknya terkendala untuk membangun tiga sekolah yang sempat terdampak bencana alam longsor.

“Yah itu lahannya, disana lahan PTPN semua kita ga bisa bangun diatas lahan PTPN. Karena secara aturan belum ada perjanjian diatas hitam dan putih dan kita belum bisa bangun,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.