Bahas RKPD 2022, ini Catatan Banggar DPRD Kota Bogor Untuk Pemkot Bogor

BOGOR – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bogor menggelar rapat bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) terkait pembahasan Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2022. Rapat yang di gelar di ruang Paripurna DPRD Kota Bogor ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisanto dan dihadiri oleh Wakil Ketua I Jenal Mutaqin, Wakil Ketua III Eka Wardhana dan anggota Banggar. Sedangkan dari Pemkot dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor Syarifah Sofiah Dwikorawati, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rudi Mashudi, dan anggota TAPD.

Pemkot Bogor mengusung tema Peningkatan Daya Saing Ekonomi Daerah Berbasis Lokal dalam RKPD 2022. Kepala Bappeda Kota Bogor Rudi Mashudi memaparkan, untuk tiga prioritas utama Pemkot Bogor dalam RKPD 2022 yaitu peningkatan kualitas hidup masyarakat, pembangunan infrastruktur dan reformasi birokrasi.

“Untuk target infrastruktur, pembangunan blok I dan IV RSUD Kota Bogor dengan menggunakan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah diajukan oleh Pemkot Bogor. Ada pula lanjutan pembangunan Jalan R3 seksi III dengan segmen pembangunan Parung Banteng sampai Wangun serta pembangunan lanjutan Masjid Agung yang diperkirakan membutuhkan anggaran Rp50 miliar untuk sampai tahap penyelesaian”, jelas Rudi.

Menanggapi paparan yang disampaikan oleh TAPD Kota Bogor, Pimpinan DPRD dan Anggota Banggar memberikan banyak catatan terhadap draft RKPD 2022. Ketua DPRD memberikan 4 catatan penting, yaitu konsistensi target indikator makro, pemerataan pembangunan, infrastruktur pendidikan dan kesehatan, serta penyelesaian masjid Agung. “Saya melihat penetapan target indikator makro kurang konsisten. Pembangunan infrastruktur fisik juga terlihat terpusat di tengah kota. Dan yang terpenting, infrastruktur pendidikan dan kesehatan di wilayah pinggiran belum dianggarkan”, jelas Atang.

Terakhir, Atang pun meminta penjelasan dari Pemkot Bogor perihal pembangunan Masjid Agung yang tak kunjung selesai. “Jangan sampai bangunan pasar yang megah dan alun-alun yang indah, tapi Masjid nampak tidak terurus. Pemkot harus bisa serap anggaran 32 Miliar tahun ini untuk pembangunan Masjid Agung”, tegasnya.

Menanggapi catatan tersebut, Sekda Kota Bogor menyampaikan bahwa proses lelang sudah selesai dilakukan. “Rencananya dalam waktu dekat akan dimulai kick off pembangunan masjid Agung, bersamaan dengan pembangunan alun-alun. Mohon doanya semoga lancar”, pungkas Syarifah. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.