Atasi Kebocoran Pajak, Bappenda Cianjur Pasang Alat ini Disetiap Hotel dan Restoran

CIANJUR – Badan Pengeloaan Pendapatan Daerah (Bappenda) melakukan kerjasama dengan bank bjb Cianjur melakukan pemasangan alat rekam transaksi elektronik pada empat wajib pajak. Hal ini, dilakukakan sesuai arahan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tehadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Saat ini, sudah ada 20 unit alat perekam transaksi telah dipasang diseluruh hotel, restoran, tempat hiburan, dan parkir,” kata Sekretaris Bappenda Cianjur, Gagan Rusganda, kepada wartawan Kamis (08/04/2021).

Gagan mengaku hal tersebut dilakukan dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pajak daerah. Sementara itu, fungsi dari alat rekam elektronik adalah untuk transparansi pendapatan wajib pajak, pelaporan wajib pajak dan pembayaran pajak. “Untuk tahun 2020 sudah terpasang sebanyak 20 unit dan pada 2021 akan dipasang sebanyak 274 unit,” terangnya.

Sementara itu, Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, mengatakan selama ini, masih terdapat sekitar 700 wajib pajak (WP) yang bayar pajaknya masih berada di luar Cianjur. “Memang potensinya miliaran, ke depan setiap yang berinvestasi wajib membuat NPWP. Agar pajaknya bisa dinikmati oleh warga Cianjur,” katanya.

Hingga saat ini, lanjut H Herman, baru 20 persen pajak yang bisa ditarik dari potensi pajak yang ada untuk Cianjur. “Makanya banyak hotel dan villa di Cipanas yang memang belum bisa ditarik pajaknya karena disewakan. Kami telah melakukan uji petik terhadap satu villa yang disewakan semalamnya ada yang mencapai Rp 5 juta ada. Saat ini ada beberapa strategi lainnya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) d antaranya pembuatan BUMD,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.