ASN di Cigombong Ngarep Naik Pangkat, Ini Kata BKPSDM

Foto bersama para ASN di Kabupaten Bogor. (Ist)

CIGOMBONG – Aturan kenaikan pangkat, bagi aparatur Sipil Negara (ASN) rupanya tidak berjalan sesuai dengan harapan para ASN. Setiap empat tahun seharusnya terjadi kenaikan pangkat ASN. Pasalnya tidak sedikit ASN yang sulit naik pangkat telebih sudah memasuki masa pensiun. Seperti yang dikeluhkan salah satu Staf Trantib Kecamatan Cigombong, menjelang masa pensiunnya, tak kunjung naik pangkat sejak 2016 lalu.  Yang seharusnya menjelang pensiun tahun 2024 naik pangkat 3a.


“Saya memang bukan siapa siapa, namun jika mengacu pada aturan harusnya sekarang sudah golongan 2D. Tapi entah mengapa sampai sekarang mentok di 2c, makanya ini menjadi pertanyaan besar,” ujar Dedi kepada Pakar.


Menurutnya menjelang pensiun, ada penghargaan sesuai dengan aturan kenaikan pangkat itu setiap 4 tahun sekali. Namun kenapa lebih dari 4 tahun masih susah naik pangkat dan golongan. “Kalau naik pangkat setiap 4 tahun itu kan aturan hak ASN, kenapa dipersulit. Harusnya pimpinan setiap SKPD maupun yang lain mendukung bawahan yang memang sudah seharusnya naik kepangkatan, dengan cara mengusulkan,” ungkapny kesal.


Dedi menejelaskan, nasib yang diterimanya bukan hanya dialami oleh dirinya akan tetapi banyak dialaami oleh PNS lain di kabupaten Bogor. “Keluhan ini bukan saya aja, banyak yang lain bahlan ada yang sampai 7 hingga 10 tahun mentok. Kan bingung, kenapa bisa begini, padahan aturan sudah jelas, apa karena kenaikan pangkat karena suka dan tidak suka,Ya memang ada laporan penilaian pimpinan, makanya kami bingung tak kunjung diusulkan, jika kami ada kesalahan, tegur dan bina kami, agar kami bisa lebih baik jangan dibiarkan,” tegasnya.


Dia juga mengaku, mengundan kawan sekantornya untuk makan bersama secara sederhana, di warteg terdekat menjelang masuk masa Pensiun. “Saya mengundang sahabat Prajawibawa mensyukuri dan menikmatinya IJIN mengundang untuk makan bersama  khusus di seksie Trantib di rumah makan Bu IDA dengan menu sederhana maksimal Rp.15.000/anggota acara makan bersama ini dalam  hal menjelang pensiun umur dan pensiun PNS serta karena susah, rumitnya naik pangkat terakhir alias!!!!!! GAGAL/ZONKKKK.  itu dalam undangan saya melalu pesan What up,” pungkasnya.


Sementara itu kepala Badan kepegawaian pemberdayaan dan Sumber Manusia (BKPSDM) Kabupten Bogor Irwan Purnawan saat konfirmmasi mengatakan, kenaikan pangkat reguler ASN dilakukan setiap 4 tahun sakali, akan tetapi didasari dengan usulan dari masing masing pimpinan bak dinas, kelurahan maupun kecamatan melalui kepala Sub bagian Kepegawaian. “Setiap tahun kami dari kepegawaian selalu menyampaikan, untuk mengusulkan kenaikan pangkat ke masing masing SKPD maupun Kacamatan maupun kelurahan, namun dasar kenaikan pangkat tersebut.dilampirkan penilaian kinerja dari pimpinan masing masing selama 2 tahun berturut turut,” ujarnya.


Seharusnya lanjut dia, ketika ASN tidak diusulkan naik pangkat padahal sudah waktuny, pihak pimpinan masing masing menyampaikam kepada setiap yang bersangkutan. “Kalau memang tidak diusulkan alasannya apa, sampaikan kepada yang bersangkutan. Apakah kinerja kurang baik atau memang ada hal lain. Sehingga yang bersangkutan bisa bertuagas lebih baik lagi, jangan didiamkan katena pimpinam wajib melalukan pembinaan kepada bawahan,” tegasnya. UJG

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.