Ara Minta Masyarakat tidak Disuguhi Politik Genderuwo

0
43

CIANJUR – Situasi politik menjelang pemilihan Presiden memanas. Antar kontestan saling lempar isu demi meraih simpati pemilih.

Menyikapi hal ini anggota DPR RI, Maruarar Sirait mengajak tim kampanye calon presiden tidak asal melempar isu yang menyesatkan pola pikir masyarakat. Tim kampanye diharapkan bijak dalam menyikapi berbagai hal, termasuk tidak menakut-nakuti seperti halnya yang dilakukan makhluk mitos “genderuwo”.

Karena itu, calon anggota DPR RI Dapil III Jabar itu menginginkan, pasangan capres dan cawapres berani menindak tegas timnya yang melakukan politik gendoruwo.

Menurut Aa, sekarang ini banyak oknum yang melakukan politik hitam, hoax dan ujaran kebencian pada pasangan calon lawan yang tidak sejalan dengan mereka.

Seharusnya, tim kampanye dan relawan masing-masing pasangan calon, lebih baik mengkampanyekan program unggulan yang akan dilakukan untuk rakyat dan negara untuk menarik simpati pemilih.

“Jangan lagi ada oknum, baik tim kampanye atau relawan menyebar berita bohong, fitnah, ujaran kebencian dan menakut-nakuti seperti gendoruwo,” kata politisi PDIP kepada pakuanraya.com, Selasa (13/11/2018)

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak termakan upaya oknum tersebut, dan bijak dalam menyikapi berita bohong yang banyak beredar di media sosial bahkan media resmi yang menyerang Prabowo atau Jokowi.

“Saya meminta pasangan calon termasuk Jokowi untuk memecat tim kampanye kalau sampai melakukan politik genderuwo sekaligus menyebar hoax dan ujaran kebencian,” katanya.

Tim kampanye dan relawan harus santun dan bijaksana saat mempromosikan pasangan calon yang di dukungnya untuk mendapatkan hati pemilih bukan lagi menakut-nakuti dan menghalakan berbagai cara.

Seperti diketahui, puisi Presiden Jokowi terkait politik genderuwo atau cara kampanye menakut-nakuti atau menjelekan pasangan lain, sempat viral dan ditanggapi berbagai kalangan terutama dari kubu pasangan calon Prabowo-Sandi.

Capres nomor urut satu itu, menegaskan agar poltik genderuwo yang saat ini terjadi harus segera dihentikan.

ENDI SANUSI | ESYA MAHENDRA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.