Antisipasi Kebocoran Data Pribadi Pelanggan pada Aplikasi Online Khususnya E-Wallet

    Ilustrasi pengguna E-Wallet. IST

    BOGOR – Kebocoran data yang telah banyak terjadi di Indonesia membuat para pengguna merasa resah dan waspada. Kasus tersebut sudah beberapa kali terjadi pada banyak aplikasi ternama, termasuk aplikasi e-wallet. Beberapa pengguna merasa kecewa karena telah mempercayai aplikasi-aplikasi ternama tersebut namun tetap saja data pribadi mereka masih memiliki celah untuk bisa bocor dan tersebar di dunia maya.

    Hampir seluruh aplikasi dompet digital (E-Wallet) meminta para pelanggannya untuk melakukan registrasi akun dengan menggunakan data dan identitas pribadi pelanggan. Namun, banyak terjadi kebocoran data dari berbagai aplikasi e-wallet yang tentunya sangat merugikan mereka.

    Pada 2020, E-Commerce Tokopedia diretas oleh hacker dan menyebabkan 91 juta data pelanggannya bocor lalu diperjual belikan di dark web. Kasus ini tentu merugikan para pelanggan dan juga merusak nama baik Tokopedia itu sendiri.

    Kemudian kasus terbaru, salah satu aplikasi E-Wallet yaitu Line Pay melakukan kesalahan dan kelalaian yang sama dengan Tokopedia. Pada 2021, 133 ribu data pribadi milik pengguna Line Pay mengalami kebocoran. Beberapa data yang bocor yaitu tanggal, waktu dan jumlah transaksi, serta nomor identifikasi pengguna.

    “Saya awalnya mempercayai Line Pay karena telah bekerja sama dengan Bank Mandiri dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)”, ujar salah satu pengguna Line Pay. Beberapa pengguna tidak menyangka akan terjadi kebocoran data pada Line Pay karena adanya kerja sama dengan salah satu Bank terbesar di Indonesia tersebut.

    Maka dari itu pihak Line meminta maaf kepada seluruh pengguna yang terdampak kebocoran data tersebut. Line menyatakan akan melatih kembali karyawan mereka untuk menghindari kesalahan yang sama. Pihak Line juga mengklaim bahwa tidak akan ada dampak apapun bagi pengguna aplikasi mereka tersebut.

    Walaupun telah meminta maaf, reputasi Line Pay tetap terancam karena banyaknya pengguna yang sudah kecewa dengan E-Wallet ini. Maka dari itu, sangat penting bagi setiap perusahaan untuk menjaga data pribadi milik pengguna agar tidak terjadi kebocoran data. Berikut hal-hal yang perlu diterapkan oleh perusahaan untuk menjaga data pelanggan. Langkah pertama yang dapat ditempuh perusahaan adalah Gunakan antivirus berbayar dan berlisensi aktif. Penggunaan antivirus yang berlisensi aktif dapat meminimalisir oknum-oknum nakal yang berusaha meretas sistem perusahaan. Pemasangan spam filter juga dapat membantu menghalang situs yang berpotensi membahayakan perusahaan sehingga data pribadi pelanggan tidak mudah bocor dan tersebar atau bahkan dijual oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

    Langkah selanjutnya adalah membatasi akses ke informasi pelanggan. Penggunaan protocol authorization  dapat membatasi akses pengguna ke informasi pelanggan. Cara ini memastikan bahwa pengguna hanya memiliki akses ke informasi yang relevan bagi mereka sehingga melindungi resources dan data yang sensitif. Proses authentication juga penting karena cara ini memverifikasi orang yang meminta akses. Contoh protocol authentication yaitu penggunaan One Time Password (OTP) dan Biometric Authentication.

    Langkah terakhir yang bisa dilakukan oleh perusahaan adalah semakin meningkatkan kesadaran pentingnya data pelanggan untuk terus dijaga dan jadikan privasi pelanggan sebagai prioritas utama. Perusahaan di semua industri menyimpan data dalam jumlah yang besar. Tata kelola data yang tepat merupakan aspek penting dari keamanan data. Menjaga privasi pelanggan merupakan kewajiban utama bagi perusahaan. Mengembangkan sistem secara berkala dan mengikuti tren teknologi terbaru untuk menghindari kegagalan sistem.

    Selain dalam usaha perusahaan untuk menjaga data pribadi pelanggannya, sebagai pelanggan kita juga memiliki cara untuk mencegah terjadinya kebocoran data milik pribadi tersebut. Salah satu langkah yang paling penting adalah dengan cermat memilih aplikasi online. Pilihlah aplikasi online khususnya E-Wallet yang sudah resmi dan sudah terjamin keamanannya.

    Selain itu, bijak dalam bersosial media juga sangat dibutuhkan dalam hal ini karena seperti yang sudah kita ketahui baru-baru ini, trend screenshot yang beredar di media sosial instagram juga dapat membawa petaka. Hal-hal pribadi berupa nama, foto kartu tanda penduduk, hingga alamat rumah juga ikut dibagikan dalam trend tersebut yang menyebabkan banyak dari mereka mengalami kerugian karena hal tersebut bisa jadi disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Dunia ini semakin berubah karena teknologi berkembang sangat pesat, hal itu menyebabkan segalanya menjadi lebih mudah diketahui orang lain khususnya data pribadi. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup di zaman ini harus selalu menyesuaikan perkembangan salah satunya dengan semakin gencar menjaga data diri dan privasi agar tidak merugikan diri sendiri dan orang lain kedepannya. ***

    Penulis : Siti Fathonah Nuraisyiah, Selina, Frida, Lola, Dhiyaul, Jeremy

    Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Pakuan

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.