Antisipasi Fenomena La Nina, Camat Cigudeg Kukuhkan Satgas Bencana

CIGUDEG – Waspada dengan meningkatnya volume curah hujan yang diakibatkan fenomena La Nina hingga 2022 mendatang, pemerintah Cigudeg langsung antisipasi siaga bencana dengan mengeluarkan Surat Keputusan (SK) pembentukan Satgas Bencana yang melibatkan semua unsur di tingkat kecamatan maupun di 15 desanya masing masing.

Berdasarkan penjelasan BMKG, LaNina merupakan fenomena yang menimbulkan peningkatan curah hujan di Indonesia, dan fenomena tersebut dikhawatirkan akan memicu munculnya berbagai bencana alam seperti banjir, banjir bandang maupun bencana longsor. Oleh karena itu, semua masyarakat Cigudeg diminta harus lebih waspada lagi, demikian diutarakan Pardi Camat Cigudeg.

Lanjutnya, dikukuhkannya Satuan Petugas (Satgas) bencana Cigudeg melalui surat keputusan (SK) Camat, berkaca pada kejadian bencana Banjir Bandang Sungai Cidurian yang melanda tiga wilyah desa pada awal pertengahan 2021 lalu.

“Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda tiga desa Agustus silam sudah membuka mata hati kami untuk secepatnya membentuk tim Satgas Bencana baik di tingkat kecamatan hingga ke tingkat 15 desa,” kata Pardi.

Tujuannya, tambah Camat, agar informasi serta penanganan dilapangan bisa langsung cepat tertanggulangi dan tidak melulu menunggu tim Satgas bencana dari Kecamatan maupun dari Kabupaten datang kelokasi bencana. Begitupun jika ada informasi tanda tanda bakal terjadi bencana, Satgas Bencana 15 desa dilapangan bisa cepat memberi informasi ke satgas Bencana kecamatan maupun ke Satgas Kabupatennya.

“Unsur yang di libatkan dalam Satgas bencana cukup banyak diantaranya Kepolisian, TNI, Tagana, Satpol PP, Linmas, masyarakat, pemuda Karang Taruna, anggota ormas sebagai bagian dari tim- reaksi cepat kecamatan,” terangnya.

Dan salah satu tugas pokok Satgas Bencana yang di kukuhkannya tersebut diantaranya pada penanganan penanggulangan bencana berbasis masyarakat yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan.

“Satu hal yang paling penting, Satgas Bencana Cigudeg tetap harus melakukan kordinasi dan komunikasi dengan Satgas Kecamatan dan BPBD Kabupaten Bogor,” tegas Pardi.

Moch. Sobar Sekretaris Camat Cigudeg menambahkan, dimana 15 desa di Kecamatan Cigudeg adalah seluruhnya terkategori daerah Rawan bencana. “Namun berdasarkan data 13 tahun kebelakang untuk desa desa yang rutin dilanda bencana meliputi Desa Sukaraksa, Desa Sukamaju, Desa Bunar, Desa BatuJajar, Desa Rengas Jajar, Desa Banyu Asih dan Desa Banyu Wangi,” ungkapnya.

Dan SK Satgas Bencana yang dikeluarkan Camat lanjutnya, meliputi seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintahan yang berada di seluruh wilayah 15 desa se Kecamatan Cigudeg.

“Saat ini pasilitas dan sarana informasi yang dimiliki oleh tim Satgas Bencana Cigudeg khususnya dari masing masing desa masih menggunakan pesawat handphone melalui grup WhatsApp,” tutupnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.