Antisipasi DBD, Dinkes Lakukan Fogging di Cihideung Udik

CIAMPEA – Akibat perubahan Cuaca Sejak Seminggu lalu, sedikitnya 10 warga Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Namun guna memastikan kebenaran positif atau bukan ke sepuluh Warga Desa Cihideung Udik katanya kena wabah DBD, Haji Deni Kepala Desa hingga Selasa (26/10/2021) siang, masih terus mengumpulkan data warganya, termasuk meminta surat keterangan dari pihak Rumah sakit yang menangani perawatan dan pemeriksaan warganya.

“Sejak empat hari lalu beberapa warga kami yang katanya terserang DBD sudah menjalani perawatan di Rumah sakit DBD, namun untuk lebih memastikannya lagi, kami masih mengumpulkan datanya untuk mengklarifikasi kebenaran tersebut.”kata Haji Deni Kepala Desa Cihideung Udik kepada Pakar Online.

Lanjutnya, setelah mengetahui jumlah Suspect warga Cihideung Udik yang terserang DBD di atas tiga orang, pihak desa berinisiatif menghubungi Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor di Cibinong. “Laporan desa di sikapi oleh dinas yang mengirim dua mesin alat Fogging ke desa,” bebernya.

Tak harus menunggu waktu lama tambahnya, karena sehari setelah desa mendapat bantuan alat mesin Fogging, langsung pihaknya menggelar pengasapan ke beberapa titik kampung yang warganya tercatat terserang DBD. “Fogging akan terus kami lakukan ke semua pelosok kampung untuk mengantisipasi agar tidak terjadi lonjakan warga yang terserang DBD,” tukasnya.

Liya Muliya Kepala Desa Cibadak membenarkan, jika pada dua Minggu lalu ada dua warganya yang terserang DBD dan sekarang sudah sembuh. “Kami sudah lakukan Fogging,” imbuhnya.

Darwin Warsono Kepala Desa Cibanteng di kecamatan yang sama menambahkan, sampai hari Selasa (26/10/2021) laporan warga yang terserang DBD yang masuk ke mejanya sebanyak 4 orang.”Kini Desa memohon agar Puskesmas maupun Dinkes bisa menurunkan bantuan alat mesin Fogging untuk dilakukan pengasapan pada beberapa titik kampung yang warganya terserang.”tandasnya.

dr. Budi Suarman Kepala Puskesmas Ciampea menjelaskan, pihaknya belum mendapat kepastian soal laporan adanya darurat Demam Berdarah yang menyerang Ciampea. “Sejak sebulan ini Kami dari Puskesmas masih fokus pada giat Vaksin Covid. Meski begitu kami akan lakukan cek lepangan. Namun terkait kepastian laporan adanya wabah DBD menyerang warga Ciampea, kami belum memperoleh kebenarannya,” jelasnya.

Bisa saja faktor adanya wabah tersebut kata Budi, terjadi karena perubahan iklim pancaroba. Sehingga warga harus ekstra waspada. “Fogging bukan jalan terbaik untuk mencegah DBD, Tapi giat Pola Hidup Bersih dan Sehat (DBD) lah yang harus dilakukan warga,” terangnya.

Untuk permintaan bantuan alat Fogging lanjut Budi Suarman, harus ada surat keterangan dari rumah sakit minimal keterangan adanya dua warga yang benar benar dinyatakan terserang DBD. “Sekali lagi warga kami imbau segera terapkan PHBS,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.