Antisipasi dan Penanganan Bencana, Ribuan Relawan Ikuti IVD 2023

BOGOR – Ribuan relawan dari berbagai lembaga kemanusiaan dalam wadah Squad Penanggulangan Bencana Indonesia (Squad PBI) menggelar kegiatan Hari Relawan Internasional atau International Voulenteer Day (IVD) 2023 di Bubulak Tepi Sawah (BTS) Bogor.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Syarifah Sofiah mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka memperingati International Voulenteer Day (IVD) atau Hari Relawan Internasional yang jatuh pada tanggal 5 Desember, namun dilaksanakan pada Hari Sabtu 16 Desember 2023.

“Kegiatan ini adalah dalam rangka memperingati International Voulenteer Day atau Hari Relawan Sedunia dan sebetulnya jatuh pada tanggal 5 Desember tapi dilaksanakan hari ini. Dan biasanya dilaksanakan di Cibubur tapi tahun ini istimewa, tidak dilaksanakan di Cibubur tetapi dilaksanakan berdekatan dengan masyarakat yakni di Bubulak Kota Bogor,” katanya kepada PAKAR, pada Sabtu 16 Desember 2023.

Sementara itu Direktur Kesiapsiagaan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Pangarso Suryotomo mengatakan bahwa pada kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan tahunan untuk memperingati Hari Relawan Internasional.

“Ini menjadi salah satu kegiatan tahunan untuk memperingati Hari Relawan Internasional dan alasan kita gelar kegiatan kali ini di Kota Bogor supaya lebih dekat dengan komunitas dan masyarakat. Dan lebih mudah memberikan pemahaman bagaimana cara mitigasi, penanganan bencana, serta mengenalkan alat-alat bencana kepada mereka,” ungkapnya,

Ia juga memprediksi bahwa pada akhir tahun atau dibulan Desember ini akan ada perubahan cuaca extreme yang dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir, longsor, angin kencang dan lain-lainnya.

Maka dari itu dirinya mengajak kepada rekan-rekan relawan untuk hadir ditengah masyarakat dengan mempersiapkan cegah bencana dan tidak menimbulkan korban jiwa.

“Karena Bogor ini sudah padat penduduknya, makanya kita ingin mendekatkan kepada masyarakat dengan memberikan pemahaman dan memberikan pencegahan karena kalau dilihat Kota Bogor ini ancaman bencana alamnya sangat tinggi,” terangnya.

Senada dikatakan Deputi Bidang Logistik dan Peralatan (Logpal) BNPB, Lilik Kurniawan bahwa penanggulangan bencana itu adalah pelibatan masyarakat yang dimulai sebelum bencana itu terjadi.

“Kalau teman-teman mendengar relawan itu bergerak, biasanya saat situasi bencana dan mereka sudah mulai bergotong royong dalam masyarakat tetapi tahun ini kita mulai lagi dan sebelum ada bencana, kita harus selalu shering pengetahuan dan juga membentuk relawan baru, karena kita sangat memerlukan orang-orang hebat seperti relawan di Indonesia dan gambarannya seperti ini,” ucapnya.

Ia menyebut bahwa ada sebanyak 204 juta jiwa anak dilingkungan masyarakat Indonesia yang keselamatannya terancam akibat dampak dari bencana alam, gempa, banjir, longsor, stunami dan lain-lain.

“Ada sebanyak 204 juta jiwa masyarakat, kita yang hari ini mereka tinggal dirawan bencana, rawan gempa, longsor, banjir, stunami dan lainnya. Nah BNPB jumlahnya itu tidak banyak tetapi itu lah kita membentuk temen-teman yang memiliki solidaritas tinggi untuk punya kapasitas yang cukup dan itu lah relawan,” jelasnya.

Disamping itu Ketua Panitia Hari Relawan Internasional 2023 pada Direktur Eksekutif lembaga kemanusiaan Indonesia CARE, Lukman Azis Kurniawan menyampaikan bahwa alasan pihaknya memilih Kota Bogor sebagai lokasi acara peringati International Voulenteer Day sebab siapa yah ini berdekatan dengan Jakarta dan sangat potensi bencana alamnya pun sangat tinggi.

“Biasanya kita adakan di Cibubur dan tahun ini diselenggarakan di Bogor dengan pertimbangan daerah ini berdekatan dengan Jakarta tapi potensi bencana alamnya pun sangat tinggi. Jadi sering kali kita alami kalau di bogor ini potensi bencana alamnya tinggi, makanya kita mengajak masyarakat agar memahami mitigasi bencana dan bagaimana persiapan untuk menghadapi bencana alam,” imbuhnya.

Bukan hanya itu dirinya pun ingin memperlihatkan kesiapsiagaan para relawan dan institusi Pemerintah dalam mencegah bencana alam.

“Kita ingin memperlihatkan sejauh mana kesiapsiagaan para relawan dan institusi pemerintah dalam mencegah bencana alam dan menunjukan kepada masyarakat agar lebih tenang saat menghadapi bencana,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.