Angin Cuek

Dr. David Rizar Nugroho, MSi Pemimpin Redaksi PAKAR/Jemaah Haji Kloter 56 Kabupaten Bogor. IST

Oleh : Dr. David Rizar Nugroho, MSi
Pemimpin Redaksi PAKAR/Jemaah Haji Kloter 56 Kabupaten Bogor

Tiga hari sebelum hari Arofah Menteri Agama Yaqut Qaumas alias Gus Men melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke tenda tenda Arofah. Sambil bawa wartawan Gus Men memperlihatkan lapak kasur, bantal dan sambil duduk pula mencoba kasur kasur tersebut.

Dia kemudian melayani waeancara wartawan dan menyatakan tenda tenda di arofah sudah siap melayani tamu tamu Allah. Saya pun sebagai jemaah haji bahagia dong wah negara serius Inu ngurus jemaah hajinya.


Setelah lima hari tidur di tenda Mina saya baru Inget ada yang “lupa” yang di sidak Gus Men yaitu AC. Karena menurut saya sidaknya cuma formalitas saja yang memberikan kesan negara siap melayani jemaah jadi AC gak perlu dicek.


Padahal salah satu “bencana” di Mina adalah tidak berfungsinya AC. AC jadi angin cuek yang menghembuskan udara tanpa freon. Anda bisa bayangkan naik mobil pribadi atau umum kala AC jalan tapi freon habis nah seperti itu lah suasananya.


Jam “neraka” itu mulai jam 10 pagi dan mereda jam 3 sore. Sahabat saya bilang: Ini belum seberapa bang ketimbang panas di Padang Maksyar. Ini kan panas nya mau nya Allah? Dalam hati saya: preeet jangan jual jual nama Allah untuk menutupi kekurangan pelayanan.

Noh liat tenda cleaning service adem kita dah ngadu kesana kemari petugas datang bukan perbaiki ac malah bukain lower ac nya. Aingin makin kenceng. Saya mikir buat apa ada ketua kloter PPIH yang begitu banyak ya?

Jujur yang kerja nyata itu petugas kesehatan doang. Yang lain kalo bahasa Sundanya “ewehan” atau “Kamana Boa” pada lah saya tahu mereka digaji sehari rata rata sejuta plus naik haji gratis saat
“AC paeh, makan telat” yang sibuk petugas medis. Saya usual tabun depan PPIH dipangkas saja dan yang sudah lebih ramping job desk ya harus jelas dan Harus nempel ke kloter atau KBIIH.


Saya melihar basis pelayanan jemaah itu di kloter. Kalau semua stake holders berorientasi kloter semua nya bisa cepat teratasi. Lima hari saya tidur di tenda Mina, soal AC tidak teratasi. Gak fair panas itu kita sebut kemauan Allah SWT padahal kita tahu gara gara AC tidak berfungsi maksimal.

Mari kita berfikir lebih membumi soal AC ini. Setiap tenda ada AC nya. Udah jelas planingnya tenda tenda di bawah manajemen Maktab. Gus Men mau sidak, bisa kalo bawahan bawahan Gus Men meminta semua AC di nyalakan dulu.

Terus orang-orabg depag ini yg kta sebut saja PPIH bidang logistik mengecek saru persatu tenda: AC nya dingin gak, Kasurnya Gimana? Management distribusi dengan KBIH Gimana?


Jadi pas Gus Men Sidak beneran AC sudah dingin. Saya hakul yakin Tim depag tidak memeriksa semua AC yang terasang di tenda baik di Arafah dah Mina.


Ada problem mental orang Arab yang lambat dan cenderung sangat lamban merespon keluhan. Ini juga masalah besar di lapangan. Tqpi kalo dari awal tim logistiknya Depag sudah mengecek semua kesepian hingga level : ready gak ada tulisan saya khusus bahas AC.


Sungguh saya pribadi “kesulitan” adaptasi panas di jam 10 pagi hingga melandai jam 3 sore. Kawan kawan yang punya masalah seperti saya punya opsi lain ke masjid gak jauh dari tenda Mina adem katanya bisa sampai 15 derajat Celcius.

Mereka lohor dan setelah ashar balik ke tenda jadi bida menghindari sengatan mata hari saat Jan panas. Saya gak bisa ikut mereka karena keterbatasan diri. Saya “pasrah” saja disengat matahari 47-49 derajat Celcius membuat tubuh saya ambruk ke poliklinik di kasih obat Asam lambung saya tiga hari gak bisa makan.

Beberapa ibu ibu di KBIH saya juga tumbang karena faktor kepanasan. Untungnya tidak sampai Heat Stroke.
Buat saya pribadi, masalah kapasitas tenda dan AC ini adalah masalah yang krusial. Kalau kapasitas penuh tapi di dalam tenda dingin ya suasana jd dingin juga dong, doa nya gak kegerahan lebih khusuk dan tenang.

Apakah semua AC di tenda Mina rusak semua? Saya tidak bisa menyimpulkan yang pasti tenda saya kloter 56 panas baik jemaah pria dan wanita. Aneh nya saya menemukan tenda kok dingin banget?

Setelah saya lihat lihat ya tenda panitia Arab nya dingin banget, tenda buat nampung tenaga tenaga cleaning service asal Bangladesh. Tenda CS dingin, tenda Jemaah Panas: tragis banget. Ini siapa yang jadi pelayan dan siapa yang dilayani jadi kebalik balik.


Sebelum menutup tulisan sesi Angin Cuek ini saya masih ingin mengkritisi petugas petugas yang berangkat diongkosi uang rakyat, digaji besar perhari 1 jutaan plus haji gratis tugasnya apa? Ada yg bisa jelasin gak?

Saya rakyat kloter 56 tidak merasakan ya mafaat ketua kloter, PPIH kecuali tenaga medis. Faktanya di kloter saya hingga Senin malam masih ada yg tidur di luar, pasokan makanan telat dan AC tetap jadi Angin Cuek. Anda-anda pun gak ada di tengah tengah kami saat kami banyak mengalami kesulitan!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.