Ancam Keselamatan Anak, Dishub Larang Bus Pakai Klakson Telolet di Kabupaten Bogor

Bus yang memiliki klakson Telolet. (Ist)

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Perhubungan melarang operator bus menggunakan klakson telolet, pada Rabu (19/6/2024).

“(klakson) Telolet itu ga boleh secara polusi, karena itu masuk polusi suara karena kolektifisiennya dia melebihi 118 DB (desible) jadi satuan tolak ukur suara,” kata Kasie Uji Berkala Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kabupatek Bogor, Deni Setiawan kepada PAKAR.

Bahkan ia mengancam akan memberikan sanksi kepada operator bus apabila terpantau menggunakan klakson telolet.

“Kalau bicara Dishub, diluar ramcek dan ternyata ada kaya gitu dan akan kita copot. Dan saya belum monitor berapanya, karena saat itu gabungan dengan kepolisian cuma ilustrasinya 1-2 hari turun kita ada tiga yang dicopot,” jelasnya.

Sebab menurutnya selain masuk polusi suara, klakson telolet juga dapat mengganggu dan membahayakan keselamatan masyarakat.

“Klakson telolet juga bisa karna faktor sosial, apa lagi banyak anak anak yang teriak om telolet om disisi jalan. Dan itu sangat membahayakan, makanya klakson telolet ini sudah melewati ambang batas 118 desible dan itu tertera dalam PP 55 tentang kendaraan 2012,” ungkapnya.

Deni menambahkan sebab pencabutan klakson telolet tersebut karna melebihi desible sehingga hal itu tidak layak, meskipun begitu menurutnya tidak ada bus di Kabupaten Bogor pengguna klakson telolet.

“kalau melebihi desiblenya tidak layak digunakan dari pada kesana sini lebih baik di copot saja. PPnya sudah ada dari tahun 2012, yang jelas kalau dimasukan ke gedung uji copot, tapi memang mohon maap paling banyak daerah lain, kalau kita insyaallah tidak ada,” pungkasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.