Alasan Inilah yang Bikin Gage Diperpanjang di Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya dan Kapolresta Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro bersama unsur Forkopimda, saat memberikan keterangan pers usai rapat bersama terkait penanganan COVID-19 Kota Bogor. (Istilah)

BOGOR – Penerapan sistem ganjil-genap (Gage) di Kota Bogor selama dua pekan, menjadi bahan evaluasi dan kajian mendalam pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan unsur Forkopimda. Gage di Kota Bogor juga dipastikan mampu menurunkan kepadatan kendaraan di Kota Bogor. Sejumlah pertimbangan-pertimbangan menjadi alasan diperpanjangnya Gage untuk dua pekan kedepan.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, menerangkan, telah terjadi penurunan signifikan terhadap kendaraan selama Gage diterapkan. Ia merinci dari data yang ada tercatat jumlah kendaraan yang diputarbalikan sebanyak 9.905 kendaraan di minggu pertama. Sedangkan di pekan kedua, ada 30.474 kendaraan yang diputar balik.

“Sehingga ada selisih sekitar 20 ribu, hampir empat kali lipatnya. Ini cukup signifikan, dilihat dari gerbang tol. Di GT Bogor ataupun BORR,” jelas Susatyo.

Lanjut mantan Kapolres Sukabumi ini, pada pekan kedua pun, ada penindakan sanksi yang diberikan untuk para pelanggar. Ada 252 kendaraan yang dikenakan sanksi administratif, 452 kendaraan yang mendapat teguran, termasuk 87 angkutan umum yang ditindak karena melebihi kapasitas 50 persen.

“Dari data ini tentunya kami harus mengkaji lagi karena ini bukan tentang kemacetan lalu lintas atau mengurangi volume kendaraan. Sehingga aspek dari kesehatan tentunya akan kita evaluasi lagi dengan aspek ekonomi, karena prinsipnya tidak mengganggu produktivitas masyarakat,” jelasnya.

Susatyo juga melihat, ada tren penurunan kasus positif covid perharinya. Tentunya, dalam penerapan ganjil genap di pekan terakhir kemarin akan terlihat seperti apa tren kasus positif itu sendiri. “Sehingga dari dasar itulah kebijakan Gage dilanjutkan di Kota Bogor,” paparnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan bahwa Gage diperpanjang. “Kami menyepakati tadi, ganjil genap insyaallah akan dilanjutkan hari Sabtu dan Minggu, tetapi dibatasi jam pemberlakuannya dari jam 09.00 WIB sampai jam 18.00 WIB,” kata Bima.

Dilanjutkannya penerapan Gage di Kota Bogor, sambung Bima dikarenakan adanya dampak efektivitas yang cukup tinggi dari segi kendaraan yang melintas di Kota Bogor. Hal tersebut pun sambung Bima berdampak kepada menurunnya angka penyebaran Covid-19 di Kota Bogor.

“Tangggal 6 Februari angkanya 187 kemarin tanggal 15 Februari angkanya 105 jadi ini penurunan yang paling signifikan sepanjang pandemi di Kota Bogor,” pungkasnya. RIF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.