Akui Ada Penurunan Stok ke Pengecer, Disdagin : Harga Tabung Gas LPG 3 kg Masih Stabil

Tabung gas elpiji 3 kilogram. (Ist)

CIBINONG – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kabupaten Bogor mengaku ada penurunan stok tabung lpg 3 kg dari pangkalan ke pengecer (warung-warung).

Sehingga hal itu berimbas kepada masyarakat sulitnya mendapatkan tabung gas lpg 3 kg di warung-warung kelontongan yang ada di wilayah Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kepala Bidang Tertib Niaga Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Bogor, Anton Sudjana mengatakan bahwa harga tabung gas lpg di Citeureup masih sesuai HET (harga eceran tertinggi).

“Informasi di lapangan terkait harga di Citeureup level pangkalan masih jual sesuai harga HET (Rp 18.686) mungkin di level pengecer atau warung dan sebagainya (mengalami kenaikan),” katanya kepada PAKAR, pada Rabu 26 Juni 2024.

Bahkan ia menyebut menurunkan alokasi stok tabung bersubsidi itu sebesar 10 persen dari alokasi pangkalan kepada para pengecer.

“Mulai per bulan juli untuk pengecer di turunin lagi alokasi menjadi 10% dari alokasi pangkalan dan banyak agen yang sudah menjalankan peraturan tersebut dari pertengahan juni kemarin semenjak peraturan
(pembelian gas LPG 3 kg wajib menggunakan KTP) itu dikeluarkan. Dan banyak pengecer yang di potong alokasinya oleh pangkalan,” jelasnya.

Pemberitaan sebelumnya, Masyarakat Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Citeureup mengaku kesulitan mendapatkan tabung gas lpg 3 kg.

Hal itu dikeluhkan oleh Ibu rumah tangga, Yuyun sekaligus pedagang gorengan kalau dirinya sudah beberapa pekan belakangan ini sangat sulit mendapatkan tabung gas subsidi 3 kg.

“Sudah beberapa pekan belakangan ini sulit mencari tabung gas lpg 3 kg, bahkan sebelum tabung gas subsidi sulit dicari sebelum lebaran Idul Adha kemarin,” katanya kepada PAKAR, pada Selasa 25 Juni 2024.

Ia juga mengaku saat pembelian tabung gas pun, dirinya harus berebutan dengan warga lainnya.

“Parahnya kita warga Citeureup kalau mau beli tabung gas harus berebut dengan warga lainnya dulu mas. Malah kita harus pesen dulu dari hari sebelumnya,” keluhnya.

Yuyun menyebut bukan hanya sulitnya mendapatkan tabung gas, tetapi harga tabung gas lpg 3 kg itu pun mengalami kenaikan sejak dari beberapa pekan lalu.

“Bukan cuma sulit mendapatkan tabung gas, tapi tarif harga-nya pun ikut naik. Dari yang harga Rp 20-22 ribu sekarang menjadi Rp 25 ribu di warung-warung sekitar,” kesalnya.

Senada dikatakan Ibu rumah tangga, Yani (49) membenarkan bahwa beberapa belakangan ini stok tabung gas lpg 3 kg semakin berkurang, sehingga dirinya mengalami kesulitan saat akan membeli tabung gas bersubsidi itu.

“Benar mas, kita udah beberapa lama ini sulit sekali mencari tabung gas. Malah banyak warung yang tidak menjual tabung gas lagi, dan tarif harganya pun naik sudah mencapai Rp 25 ribu,” ucapnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor dapat memberikan solusi untuk mengatasi kesulitan stok tabung gas lpg 3 kg itu.

“Kita ibu rumah tangga yah sangat berharap kepada Pemerintah agar stok tabung gas lpg 3 kg dipermudah dan untuk tarif harganya pun segara di normalkan lagi seperti semula,” tukasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.