Aktivis Soroti Tiga Titik Biang Kemacetan Baru di Jalur Puncak

Kondisi kemacetan di Jalur Puncak pada hari kerja. Yusman | Pakar

MEGAMENDUNG – Kemacetan di Jalan Raya Puncak terus terjadi meski di hari biasa. Titik kemacetan baru yang terus muncul di ruas jalan utama kian sulit diurai.

Titik-titik kemacetan baru tersebut di antaranya, Rumah Makan Alam Sunda di Simpang Gadog, Kopi Sawah di Gadog, dan Dairy land di Cipayung.

Aktivis Puncak, Azet Basuni mempertanyakan Dinas Perhubungan yang bisa meloloskan Amdal Lalin ketiga tempat usaha tersebut.

Padahal, ketiganya berada dilokasi yang biasa menjadi biang kemacetan di jalur Puncak.

“Harusnya Dishub mengkaji Amdal lalin yang benar dengan keberadaan tiga tempat usaha itu yang saat ini menjadi titik kemacetan baru,” ujar Azet kepada wartawan.

Jalan raya Puncak yang biasanya terjadi kemacetan hanya di akhir pekan, kini kemacetan malah sering terjadi di hari kerja. Penyebabnya tak lain banyaknya lokasi kunjungan baru yang lolos dari aturan pemerintah.

“Ketiga tempat usaha itu, sangat berpengaruh pada kemacetan di Puncak, kami minta Pemkab tidak lagi mengeluarkan izin usaha di jalan raya Puncak yang bisa menyebabkan kemacetan,” tegasnya.

Selain itu, kemacetan di hari kerja juga diakibatkan karena aturan ganjil-genap yang diberlakukan pada Jumat, Sabtu dan Minggu.

“Sehingga para wisatawan memilih hari kerja untuk wisata ke Puncak, dan kemacetan tak terhindarkan,” pungkasnya.

Sependapat, aktivitis Puncak lainnya, Muksin. Menurutnya, tiga titik kemacetan baru tak lepas dari peran Pemkab khususnya Dinas Perhubungan yang meloloskan Amdal Lalin untuk ketiga tempat usaha itu.

“Saya jadi mempertanyakan kebenaran kajian Amdal lalin itu, benar apa tidak prosesnya,” tandasnya. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.