Aktifis Lingkungan Geram, Truk Tambang Dibiarkan Lalu Lalang Melanggar Aturan Jam Operasional

Masyarakat dan aktifis lingkungan terpaksa menghentikan truk tronton dan meminta sopir memutar arah kendaraan karena melanggar jam operasional. IST

GUNUNGSINDUR – Polemik adanya usaha tambang galian C di wilayah Kecamatan Cigudeg dan Rumpin masih terus berlanjut. Begitu pula sorotan warga terhadap aktifitas angkutan tambang yang lalu lalang di jalan Rumpin, Parungpanjang dan Gunungsindur.

Seorang aktifis lingkungan dari wilayah Kecamatan Gunungsindur, Yusmansyah mengungkapkan, saat ini lalu lalang kendaraan angkutan tambang jenis truk tronton dengan volume muatan di atas 40 ton, seolah dibiarkan melanggar aturan.

“Padahal sudah ada kesepakatan bersama terkait aturan jam tayang (jam operasional). Tronton dilarang lewat siang hari, agar warga benas ancaman polusi dan ancaman kecelakaan. Tapi sekarang mereka (tronton) seolah dibiarkan bebas,” ungkap Yus, sapaan akrabnya, Selasa (8/6/2021).

Sejumlah aktifis lingkungan ini, terjun melakukan pemantauan di jalanan dan langsung menyetop kendaraan yang melintas serta meminta sopir tronton untuk memutar arah kendaraan karena melanggar aturan jam tayang.

“Kesepakatan jam tayang belum dicabut. Perjanjian itu dibuat di depan aparatur negara yang kantor – kantornya saat ini dilalui tronton. Apalagi tronton membuat jalan cepat rusak. Lalu kenapa mereka dibiarkan bebas melanggar aturan?,” cetus Yusmansyah.

Hingga berita dibuat, pihak media belum berhasil mendapat jawaban dari pihak Asosiasi Transporter / Angkutan Tambang maupun dari pihak Asosiasi Bahan Konstruksi Indonesia (ABKI). Meskipun .edia sudah berusaha konfirmasi kedua pihak tersebut. =FRI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.