Aksi Berujung Mediasi, Pemilik Condotel Alana Ajukan 6 Tuntutan ke Sentul City

Para pemilik Condotel Alana melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Marketing PT Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor. IST

BABAKAN MADANG – Puluhan Pemilik Condotel Alana, menuding PT Sentul City telah melakukan wanprestasi berkaitan dengan keterlambatan pembagian profit terhadap condotel.

Disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan Kantor Marketing PT Sentul City, Kecamatan Babakan, Kabupaten Bogor, para pemilik Condotel Alana menyebut Sentul telah melanggar perjanjian dalam pengelolaan usaha sejak 2018.

“Hari ini kami suarakan aspirasi sekitar 200 pemilik unit yang kecewa dengan sikap PT Sentul City yang telah melakukan wanprestasi atau melanggar perjanjian pengelolaan sejak 2018,” cetus Perwakilan Pemilik Condotel Alana, Yan Yohanes Abdullah, Rabu (6/3/2024).

Namun tak lama para pemilik Condotel Alana ini pun diajak mediasi oleh pihak PT Sentul City.

Pada prosesnya, merela mengajukan mengajukan enam tuntut berkaitan dengan wanprestasi tersebut. Pertama, yakni meminta PT Sentul City melakukan pembayaran sharing profit tepat waktu sesuai surat perjanjian yang mereka sepakati.

Kemudian yang kedua, yaitu berkaitan dengan pengiriman laporan operasional persewaan unit kamar.

“Pada hal ini, seharusnya dikirimkan setiap tanggal 15 februari tapi ada keterlamabatan dan sudah disepakati akan dilaksanakan secepatnya atau sesuai dengan perjanjian,” jelas Yan Yohanes.

Selanjutnya, mereka pun meminta PT Sentul City memberikan akses untuk audit. Yan Yohanes menyebut hal itu seharusnya diberikan kepada pihaknya, karena ada hak untuk mengaudit profit sharing.

“Kita gak bisa mengaudit karena laporan sendiri gak pernah dikirim (oleh PT Sentul City). Jadi tadi sudah disepakati tanggal 20 itu mungkin akan koordinasi sama internalnya, bagian financenya kemudian setelah itu mungkin dalam waktu yang gak lama kita diterima,” tuturnya.

Keempat, lanjutnya, mendesak PT Sentul City untuk melakukan pelaporan Dana Sinking Fund. Kemudian kelima meminta Sentul untuk mengganti atau mengembalikan dana pembayaran PBB 2021 dan 2022 kepada pemilik untuk keperluan pengurusan AJB, karena pembayaran PBB merupakan kewajiban PT Sentul City.

Terakhir, para pemilik Condotel Alana juga meminta PT Sentul City untuk membayar Sisa Angsuran Garansi Sewa tepat waktu.

“Enam tuntunan kita itu sudah selesai alhamdulillah, sudah ketemu solusi dan kata sepakat. Kami melakukan apa yang menjadi hak kami. Dan kami akan mengawal itu,” jelas Yan Yohanes.

Menanggapi itu, perwakilan Direksi PT Sentul City, Faisal menjelaskan bahwa pihaknya telah bekerja sesuai perjanjian yang disepakati.

Namun, dia mengakui ada beberapa
kesalahan seperti keterlambatan di beberapa hal yang saat ini sudah dikomunikasikan kepada para pemilik Condotel Alana.

“Kami telah memberikan penjelasan yang merupakan bagian dari pertanggungjawaban kami,” tegas Faisal.

Dari mediasi yang telah dilakukan, Faisal menyebut bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi sesuai dengan aturan dan perjanjian yang telah dibuat.

“Pada prinsipnya kita membuka peluang komunikasi. Kita mendengarkan saran masukannya. Kita tampung kedepannya kita jalankan bisnisnya tetap berlanjut dan untuk saling menguntungkan tentunya,” jelas Faisal. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.