Akibat ini, Ribuan Ikan di Sungai Cikaniki Mati

Terlihat warga sedang mengambil Ikan di Sungai Cikaniki Nanggung yang mati diduga akibat perubahan suhu air dasar sungai. Jefry | Pakar

NANGGUNG – Warga yang bermukim disepanjang aliran sungai Cikaniki di Kecamatan Nanggung dibuat heboh lantaran mendapati berbagai jenis Ikan tiba tiba mati mendadak.

Melihat demikian, karuan saja warga pun langsung turun beramai ramai kesungai untuk membersihkan aliran sungai paling induk bagi kebutuhan MCK warga dari cemaran bangkai ikan.

Beberapa warga tepian bantaran sungai Cikaniki saat ditemui Pakar Online mengatakan, ribuan ikan jenis Mas, Tawes, Lele, Mujair, Bungkreung dan lain lainnya, diduga mati akibat perubahan suhu air dasar sungainya lantaran Kondisi Cuaca pada saat ini sedang tidak menentu di Nanggung, kadang panas kadang hujan.

“Saya yakin ikan-ikan di sungai Cikaniki ini mati akibat terjadinya perubahan suhu air yang berada didasar sungai,” kata Herdi alias Doyok warga bantaran sungai Cikaniki.

Lanjut dia, meski ada dugaan Lain ikan ikan itu mati akibat keracunan zat kimia, namun Herdi menyangsikan sebab kegiatan PETI kan sudah tidak ada. Ditambah Antam Pongkor bersama warga kampung Ciguha sudah dua tahun ini melakukan konservasi Penjernihan pada seluruh kawasan hulu sungainya.

“Jadi saya yakin, kematian ribuan ikan ikan di Sungai Cikaniki bukan akibat limbah zat kimia, melainkan disebabkan adanya perubahan mendadak pada suhu air didasar sungainya,” tandasnya.

Jani Nurzaman Ketua Paguyuban Kepala Desa Nanggung sekaligus tokoh masyarakat 11 desa menegaskan, berkaitan dengan banyak ditemukannya ikan ikan mati di sungai Cikaniki, dperolehnya dari laporan warga Kalongliud yang memang banyak bermukim dibantaran sungainya.

“Dengan adanya kejadian tersebut saya sudah menindak lanjuti dan melaporkan melalui grup Whastapp muspika Nanggung. Diantara laporan saya yakni aliran sungai Cikaniki keruh dan tidak bisa dipakai cuci dan mandi oleh warga,” tegasnya.

Selain itu sambungnya, Jani Nurzaman juga melaporkan mengenai banyaknya ikan ikan disungai tersebut mati. “Adapun permasalahan dan penyebab mengapa ikan ikan tersebut mati, kami belum mendapatkan kepastian soal sumbernya. Mengingat di wilayah Kalongliud saat pagi dan siang hari tidak terjadi hujan, sehingga aneh saja mengapa kok air sungainha keruh serta ikan ikan pada mati,” bebernya.

Saat ini lanjut Kades Jani, Kapolsek Nanggung, sudah terjun kelapangan dan sedang melakukan penelusuran untuk mencari apa yang menjadi penyebabnya. “Sebagai himbauan dari desa melalui grup Whastapp warga Kalong Liud, desa meminta agar jangan dulu warga menggunakan air sungai Cikaniki untuk mandi dan cuci. Karena Mengingat saat ini aliran sungainya masih keruh kotor dan banyak ikan ikan yang mati,” tandasnya.

Sementara dari pantauan Pakar Online dilapangan, kematian ikan ikan di aliran sungai Cikaniki yang berada di Desa Kalong Liud dan sekitarnya, malah justru tidak terjadi di hulu sungai Ciguhanya yang sampai saat ini masih terus di lakukan upaya Konservasinya oleh semua warga Kampung Ciguha. “Dihulu Sungai Ciguha aman aman saja tuh, teu Aya ikan yang mati,” pungkas Obay Sohendar warga Kampung Ciguha. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.