Akhirnya Dana Stimulan Gempa Bumi Tahap 4 di Cianjur Cair

CIANJUR – Dana bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi tahap keempat sebesar Rp818 miliar lebih, bagi sebanyak 36. 285 unit rumah rusak terdampak gempa magnitudo 5,6. Beberapa waktu lalu, segera dicairkan. Pasalnya, saat ini sudah ada di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat.


Bupati Cianjur Herman Suherman, mengaku meskipun pengajuan bagi penerima bantuan stimulan tahap keempat relatif cukup alot. Herman menyebut, sebetulnya pengajuan sudah dilakukan dari sejak tahun lalu. “Memang proses pengajuan (bantuan) tahap keempat ini cukup alot, cukup lama. Dulu kita mengajukan pada Juni 2023. Ternyata (data) banyak yang ganda. Kita sampai enam kali melakukan diskusi dengan tim teknis dengan pihak BNPB,” terang Herman kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).


Pasalnya, kata H Herman, terdapat banyak data ganda, maka terdapat pengurangan jumlah unit rumah penerima bantuan. Selisih pengurangannya mencapai lebih kurang sebanyak 1.400-an unit rumah dari pengajuan awal. “Namun, Alhamdulillah, pengajuan disetujui sebanyak 36.285 unit terdiri dari rehab berat sebanyak 4.457 unit, rehab sedang sebanyak 4.912 unit, dan rehab ringan sebanyak 26.916 unit. Total anggaran bantuannya sebesar Rp818.550.000.000,” ungkapnya.


Herman mengatakan dana stimulan rehab berat nilainya sebesar Rp60 juta, sedang Rp30 juta, dan ringan sebesar Rp15 juta. Dari total anggaran dana bantuan stimulan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah rusak berat, sedang, dan ringan pada tahap I, II, III, dan IV lebih kurang sebesar Rp2,4 triliun. “Berdasarkan keterangan dari phak BNPB, nilai dana bantuan dana stimulan ini, merupakan paling besar,” katanya.


Menurutnya, dengan adanya kepastian pencairan dari BNPB, maka menjadi jawaban atas kesimpangsiuran informasi terhadap bantuan stimulan tahap keempat. Sekaligus untuk mempertegas jika Pemkab Cianjur selama ini tidak pernah diam memperjuangkan masyarakat bisa mendapatkan bantuan stimulan. “Sekali lagi, saya sampaikan, jika uang (bantuan) ini bukan dari APBD, tapi dari APBN. Jadi, gunakan bantuan ini untuk pembangunan rehab,” ujarnya.

Herman, menjelaskan bagi penerima pembangunan rehab sedang dan ringan, bisa dilakukan secara mandiri. Kecuali untuk rehab berat. Pasalnya, berdasarkan informasi dari BNPB harus dilaksanakan pihak ketiga. “Hal ini, dilakukan untuk menjamin agar konstruksi bangunannya benar atau tidak asal-asalan. Nanti akan dilakukan verifikasi oleh tim teknis,” pungkasnya. BNM/NDI/SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.