Ade Yasin-Iwan Setiawan Dilantik 30 Desember 2018

0
38

CIBINONG – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2018-2023 kabarnya akan dilaksanakan pada 30 Desember tahun 2018 seiring dengan akhir masa jabatan (AMJ) Bupati Nurhayanti.

Informasi dihimpun, ada lima kota/kabupaten di Jawa Barat yang pelantikannya direncanakan dilakukan tanggal 30 Desember 2018.

Kabupaten Kuningan yang AMJ-nya jatuh pada 4 Desember 2018, Kota Banjar yang AMJ-nya 4 Desember 2018, Kabupaten Majelengka yang AMJ-nya 12 Desember 2018, Kabupaten Subang yang AMJ-nya 19 Desember 2018 dan Kabupaten Bogor yang AMJ-nya 30 Desember 2018.

Namun begitu, Pemkab Bogor mengaku belum menerima secara resmi agenda pelantikan pasangan kepala daerah terpilih Ade Yasin-Iwan Setiawan di Gedung Sate, Bandung. Sejauh ini, pelantikan masih terkonfirmasi berlangsung pada Maret 2019.

“Kita belum terima kabar. Sejauh ini masih bulan Maret 2019 ya. Jika memang ada percepatan pelantikan, segera kami kabari,” ujar Sekda Kabupaten Bogor Adang Suptandar kepada PAKAR, Senin (29/10/2018).

Jika jadwal pelantikan tetap tidak berubah dimana sesuai jadwal awal yakni Maret 2019, maka kekosongan jabatan bakal diisi pejabat sementara bupati hingga waktunya tiba bupati definitif dilantik dan resmi menjabat.

“Iya, kan ibu (Nurhayanti) sampai 30 Desember, kemungkinan diisi pejabat sementara. Entah dari provinsi atau pusat,” ungkap Adang.

Wakil Bupati Bogor terpilih periode 2018-2023 Iwan Setiawan juga mengaku mendegar soal informasi pelantikan yang akan dimajukan.

“Informasinya sejauh ini memang begitu yang beredar. Rencananya memang pelantikan dilakukan pada 30 atau 31 Desember. Ini rencana, mudah-mudahan sih begitu,” kata Iwan.

Kendati demikian, Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini mengaku belum mendapatkan kabar resmi soal jadwal pelantikan. Hanya saja, informasi tersebut juga keluar dari orang di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kalau kabar resminya belum, belum ada surat resmi. Baru informasi awal, tapi dari Kemendagri juga ada yang bilang,” ungkapnya.

Namun mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini mengaku tidak ambil pusing soal kepastian waktu pelantikan. Karena ia mengaku siap kapan pun jika diberi mandat.

“Saya sih ngikutin saja, entah Maret atau Desember. Tapi memang banyak yang mendorong biar dilantik Desember agar tidak terjadi kekosongan. Tapi saya siap kapan saja,” tegasnya.

Sementara, Bupati Bogor Nurhayanti pun mengatakan jika proses pelantikan bupati terpilih harus dilakukan sesegera mungkin agar program berjalan dan tidak terjadi kekosongan.

Meski ada aturan menteri soal pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor terpilih, Nurhayanti mengaku akan mengajukan permohonan pelantikan pada Gubernur Jawa Barat terpilih.

“Kami akan mengajukan kepada Gubernur Jawa Barat terpilih yang kabarnya akan dilantik pada September 2018. Kami akan ajukan disitu, agar ada kesinambungan program apalagi di bulan April ada pileg dab pilpres. Sementara plt itu kewenangannya terbatas,” katanya.

CHAERUL UMAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.