Ade Yasin Ingatkan Wisudawan INAIS Siap Bersaing Hadapi Bonus Demografi

Sidang senat sidang terbuka Institut Agama Islam Sahid Bogor Wisuda IV Program sarjana dan wisuda 1 Program Magister. Prayoga | Pakar

PAMIJAHAN – Bupati Bogor hadiri wisudawan di Institut Agama Islam Sahid (INAIS), Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor. Pada wisuda IV program pascasarjana (S1) dan program magister (S2) tersebut akan siap bersaing dan menghadapi bonus demografi tahun 2045 mendatang.

Bupati Bogor Ade Yasin mengungkapkan, para ahli berpendapat bahwa tahun 2045 akan terjadinya bonus demografi atau meledaknya para pencari kerja pada umur-umur seperti lulusan S1 dan S2. Jika persiapkan dari sekarang bonus demografi itu tidak perlu ditakuti, bonus demografi itu adalah tantangan.

“Para lulusan INAIS telah banyak ditempa sehingga memiliki kapasitas intelektual sekaligus spiritual yang baik. Jadi insyaallah siap menghadapi tahun 2045, jangan lupa taburkan juga ilmu dan kebaikan serta berikan manfaat bagi masyarakat. Sehingga keberadaan sebagai sarjana dapat benar-benar memberi makna bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas kehidupan masyarakat. Hal ini sesuai dengan hakikat Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ungkapnya. Selasa (29/11/2021).

Ade Yasin mendorong para lulusan perguruan tinggi setelah lulus tidak hanya mencari kerja tapi juga berupaya untuk menjadi entrepreneur, berwirausaha, mengembangkan ekonomi kreatif, membuka lapangan kerja bagi dirinya dan masyarakat di sekitarnya.

“Karena banyak juga para pemuda yang berhasil mengembangkan kemampuannya sesuai skill di bidang ekonomi kreatif. Saya lihat sendiri, temui sendiri, ada seorang anak muda di Kabupaten Bogor yang sukses dalam budidaya tanaman hias di daerah Ciseeng. Dia mengembangkan ilmunya, pengetahuannya, hanya dengan membaca buku,” ujarnya.

Ade menambahkan, bahwa Kabupaten Bogor membuka kesempatan seluas-luasnya kepada para pemuda Kebupaten Bogor. Mengingat tahun ini Pemkab membuka 1.200 beasiswa untuk pemuda yang berprestasi

“Alhamdulillah dari 1.200 yang mendaftar 8.000 berarti peminatnya cukup banyak. Mereka berprestasi tidak hanya di bidang akademik, meski itu jadi salah satu syarat, melainkan prestasi menghafal Al Qur’an lima juz sudah bisa mendapat beasiswa, lalu berprestasi di bidang seni, olahraga dan lain-lain, termasuk bidang sosial. Jadi ini untuk memudahkan para pemuda mengakses beasiswa,” tambah Ade.

Sementara itu, Rektor Institut Agama Islam Sahid (INAIS), H.M. Imdadun Rahmat menuturkan, pandemi telah memberikan efek negatif sehingga proses pendidikan dan pengajaran, termasuk di kampus mengalami pembatasan-pembatasan.

“kita diingatkan oleh para ahli bahwa telah terjadi learning loss, kita belajar tapi impact dan hasil dari pembelajaran itu tidak maksimal. Kita juga diperingatkan bahwa bisa jadi terjadi lost of generation. Kita kehilangan satu generasi istimewa karena dampak negatif dari berbagai batasan-batasan karena pandemi Covid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, selama masa pandemi Covid-19 pihak kampus mencari solusi yang efektif agar pembelajaran bisa efektif dirasakan oleh para mahasiswa.

“Di INAIS, kami belajar untuk mengatasi berbagai masalah, baik mencari jalan keluar agar kita bisa menjalankan study dengan normal dalam situasi tidak normal. Juga kita belajar bagaimana mengatasi berbagai kesulitan termasuk melakukan berbagai upaya perbaikan, manajemen, agar institusi kita tetap sehat dan bertahan di tengah situasi sulit pandemi Covid-19,” tutur Imdadun.

Ia melanjutkan, aspek yang sangat penting adalah bahwa kita dipaksa masuk dan belajar tentang era digital, terutama memanfaatkan teknologi digital untuk keluar dari kesulitan-kesulitan karena pandemi.

“Atas dasar hal tersebut, maka INAIS akan berbenah dan meningkatkan diri. Tentu setiap hal merupakan peluang, dan juga tantangan. Peluang yang ditawarkan sejatinya bisa jadi modal dan kesempatan berharga bagi INAIS, keluarga INAIS, terutama bagi alumni agar tampil sebagai
unggulan di tengah peradaban global,” pungkasnya. FIR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.