Ada Skala Prioritas, Pemkab Bogor Putuskan Tak Terima Honorer Baru

Ilustrasi tenaga honorer. IST

CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, tidak akan menerima tenaga honorer baru. Kebijakan itu merujuk pada rencana penghapusan tenaga honorer yang akan dilakukan Kemenpan-RB pada 23 November 2023.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Bogor, Irwan Purnawan mengatakan, langkah tersebut dimaksudkan agar tidak ada penumpukkan pegawai.

“(jadi) jangan dulu menerima pegawai honor baru, kalau ada yang berhenti juga jangan dulu diganti karena kita sedang merumuskan kebijakan,” kata Irwan, Minggu (5/9/2022).

Kondisi itu pun diakui Irwan membuat dilema Pemkab Bogor. Sebab saat ini, seorang ASN di Kabupaten Bogor harus melayani 300 sampai 400 penduduk yang membuat tak seimbangnya kondisi pelayanan.

“Dari 15.250 ASN yang paling banyak di Kabupaten Bogor ini adalah guru dan tenaga kesehatan, sisanya baru di instansi yang lainnya. Sehingga keberadaan tenaga honorer ini sangat penting,” ungkapnya.

Kendati demikian, kebijakan pusat tersebut menurutnya, harus tetap dijalankan.

“Di satu sisi juga kita harus patuh kepada kebijakan yang sudah dikeluarkan oleh pemerintah pusat, dengan begitu kita harus mengoptimalkan ASN yang sudah ada. Apalagi diera tranformasi digital seperti ini, ASN juga harus ikut serta,” jelas Irwan.

Merujuk pada Surat MenPAN-RB B/1511/M.SM.01.00/2022 tentang Pendataan Tenaga Non-ASN di Lingkungan Instansi Pemerintah, Pemkab Bogor kini diminta untuk membuat skala prioritas.

Dengan rencana kebijakan itu, kata Irwan, Pemkab Bogor akan mendata tenaga honorer yang ada untuk kemudian diusulkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Tenaga kerja honor yang ada itu diusulkan menjadi PPPK untuk diberikan kesempatan, terkecuali untuk tenaga security, sopir dan kebersihan. Tapi itupun harus melalui pihak ketiga,” jelas Irwan.

Sedangkan untuk tenaga kerja honorer atau outsorsing yang tidak lolos tes PPPK, Pemkab Bogor akan merumuskan kebijakan baru.

“Kesempatan itu hanya sampai 2023, makannya nanti kita akan rumuskan kebijkannya untuk mengantisipasi tenaga kerja honorer yang tidak lolos tes,” tandas Irwan. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.