900 Warga Sukajaya Korban Investasi Bodong, Warga Diminta Waspadai Koperasi Fiktif

Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor Nurodin. (Ist)

SUKAJAYA – Sepak terjang Koperasi Bhakti Kirana Mandiri yang beralamat di Desa Kiara Sari, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor yang lebih dari satu tahun menganggap aman aman saja memperdaya ratusan warga pedesaan, kini usaha tipu tipu koperasi tersebut, berakhir sudah.

Irwan alias IR sang pemilik Koperasi, sudah di cokok tim Reksrim Polres Bogor akibat perbuatan iming iming palsunya yang berhasil meraup uang Rp. 23 Milyar milik warga yang digunakannya untuk berpoya poya.

Diperkirakan lebih dari 900 warga jadi korban Irwan dengan janji palsu keuntungan 40% Setiap Bulan berikut paket pembelian barang murah seperti alat rumah tangga sampai kendaraan R2 maupun mobil.

Nurodin alias Jaro Peloy Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor mantan Kepala Desa Kiara Sari, Kecamatan Sukajaya ini, mengaku geram lantaran sejak lama melempar sinyal bahaya kepada warga dan pihak lainnya, terkait kecurigaannya pada sepak terjang Koperasi Bhakti Kirana Mandiri, kini terbukti.

“Sekiranya ini bisa menjadi sebuah pelajaran berharga bagi semua warga pelosok pedusunan terpencil di Sukajaya dan umumnya di Kabupaten Bogor, agar lebih berhati hati jika ada perusahaan yang mengatasnamakan bisnis apapun termasuk ada koperasi yang mengiming iming keuntungan besar berinvestasi. Saya harap jangan percaya,” Kata Nurodin alias Jaro Peloy Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bogor.

Lanjut Nurodin, jika ada warga yang berkeinginan menjadi anggotanya, ya harus mencari tau legalitas si perusahaan, apakah resmi atau tidak, apakah diakui pemerintah atau tidak. “Jika si perusahaan itu mengaku perusahaan perbankan atau koperasi simpan pinjam yang berkaitan dengan penawaran investasi, selidiki dulu, diakui Otoritas jasa Keuangan (OJK) atau tidak, sehingga tidak terjebak seperti 900 warga Sukajaya yang sudah jadi korbannya,” bebernya.

Pemerintah, sambung Jaro Peloy, pihak kantor dinas Koperasi dan pemberi izin lainnya, harus lebih selektif mengeluarkan izin pendirian usaha koperasi dan mau bertanggung jawab melakukan monitoring pengawasan. “Untuk itu saya tegaskan Pemerintah jangan mau di Kangkangi oleh usaha koperasi yang diam diam menjalankan bisnis rentenir atau Banke. Kini mulailah perketat pengawasan, dan jika ada koperasi yang menjalankan usaha Bank Keliling, segera bekukan,” imbaunya.

Karena Lanjut Nurodin, saat ini lebih dari 100 Bank keliling atau rentenir berkedok koperasi simpan pinjam setiap hari bergentayangan di pelosok pedusunan mencari mangsanya warga kaum susah. “Memang sih, kehadiran Bank keliling ditunggu oleh warga yang membutuhkan karena adanya kemudahan pinjaman. Akan tetapi buntutnya, bunga pinjaman malah mencekik leher, bahkan sampai urusan rumah tangga warga pun jadi berantakan sampai pada penyitaan aset apabila tidak mampu mengembalikan,” tegasnya.

Belajar dari aib Koperasi Bhakti Kirana Mandiri di Kiara Sari yang sudah menelan 900 korbannya, Pemerintah Kabupaten, khususnya kontor Dinas Koperasi dan dinas lainnya, segera memperketat. “Kasihan banyak masyarakat pelosok yang jadi korbannya,” ungkapnya.

Sandi ketua RW 04 Desa Kiara Sari salah satu korban investasi Bodong Koperasi Bhakti Kirana Mandiri mengaku harus kehilangan uang Rp. 15 juta karena terperdaya. “Ini jadi pelajaran buat saya dan buat warga RW 04, agar kedepan bisa lebih berhati hati jika ada penawaran serupa dengan iming iming menguntungkan,” kesalnya.

Kata Sandi, hampir setiap hari pihaknya menggelar musyarawah tingkat RW bersama warga dalam upaya penyadaran dan himbauan agar warga tidak terperdaya lagi. “Imbauan tersebut lebih kepada ajakan agar warga jangan gampang tergiur janji manis seperti adanya tawaran pinjaman online yang marak dan merugikan masyarakat,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.