9 Kades di Cijeruk Deklarasi Komitmen Bebas ODF

CIJERUK – Masih Banyaknya Kepala Keluarga  (KK) yang tidak memiliki toilet dirumah, serta masih maraknya warga yang Buang Air Besar (BAB) sembarangan, sekitar 3.850 jiwa di Kecamatan Cijeruk yang tersebar di 9 Desa. Jumlah tersebut mempengaruhi kesehatan masyarakat Cijeruk.

Menyikapi hal itu, 9 Kepala Desa membuat deklarasi dan menandatangani komitmen  setiap desa bebas BAB Sembarangan di hadapan Camat Cijeruk  Sobar Mansoer dan Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Bogor dr. Mike Kaltarina pada saat deklarasi Open Defecation Free (ODF), diihalaman kantor kecamatan Cijeruk.


dr. Mike Kaltarina mengatakan, pihaknya merasa bangga dan mengapresiasi karena mendapat dukungan dari para kepala desa DI kecamatan Cijeruk, yang siap dan berkomitmen untuk membebaskan wilayahnya disetiap desa bebas dari BAB Sembarangan. “Kami berterima kasih, dan memberikan apresiasi kepada para kepala desa yang semuanya hadir 9 desa membuktikan mendukung program pemerintah kabupaten Bogor melalui instruksi bupati Bogor agar kabupaten Bogor bebas dari BAB Sembarangan,” kata dr. Mike Kaltarina kepada Pakar.


Mike menjelaskan, kegiatan tersebut adalah implementasi Pancakarsa Kabupaten Bogor, yakni Karsa Bogor Sehat, dalam rangka mewujudkan Kabupaten Bogor yang sehat. Bahkan ka dia, deklarasi ODF lanjut dia, atau stop buang air besar sembarangan adalah kondisi ketika individu dalam satu komunitas menghentikan praktek buang air besar sembarangan ditempat terbuka.


“Se-kabupaten Bogor, pada 23 november2023 sudah 264 atau 61 persen desa dan kelurahan mendeklarasikan ODF, bahkan bupati Bogor juga mengeluarkan intruksi nomor 99 tahun 2022 tentang perce percepatan ODF. Dan peraturan bupati nomor 48 tahun 2022 tentang pelaksanaan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM),” ujarnya.


Dalam STBM tersebut tambah dia, terdapat lima pilar yakni, Tidak buang air besar sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Mengelola air minum dan makanan yang aman, Mengelola sampah dengan aman. Dan mengelola limbah Cair rumah tangga dengan aman. “ODF adalah merupakan pilar ke satu, dari STBM, dengan target 0 persen, Buang air besar sembarangan,” pungkasnya.


Sementara itu, Camat Cijeruk Sobar Mansoer  mengatakan, sesuai pendataan dari sembilan  desa yang tersebar dikecamatan Cijeruk, masih terdapat 3.850 warga yang masih melakukan buang hajat sembarangan dengan berbagai katagori dari setiap desa. “Memang dari jumlah tersebut dari berbagai katagori bukan mereka uang buang hajat sembarangan di kebon. Akan tetapi mereka punya MCK, namun pembinanya ke sungai,” ujarnya.


Dia menjelaskan, pihaknya bersama pihak Puskemas dan Desa, terus melakukan sosialisasi kepada warga sehingga warga yang membuang kotoran ke sungai bisa membuat Septic Tank mandiri. Dengan tujuan semua kotoran ditampung tidak dibuang ke sungai. “Langkah kami dengan pihak desa, puskemas maupun bersama semua unsur terus melakukan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat. Agar, warga membuat Septic Tank mandiri,” ungkapnya.


Dari data tersebut lanjut dia, memang masih terdapat dibeberapa desa warga yang membuang hajat dijamban yang kotorannya dimakan oleh ikan dikolam. Sehingga prilaku tersebut membahayakan kesehatan karena kata dia, ikan dikolam akan dikonsumsi masyarakat.


“Kami sudah melakukan pendekatan,  bersama semua pihak kepada warga yang masih membuang hajat di jamban, memberikan pemahaman terkait dengan dampak kesehatan, sehingga mereka membuat MCK dan  septictank,” ujarnya.


Sobar juga meminta, agar kepala Desa semuanya melakukan pendataan yang valid sehingga data yang diberikan sesuai kenyataan disetiap wilayah. “Saya berharap semua kepala desa menganggarkan, untuk penuntasan BAB sembarangan, sehingga Cijeruk benar benar bebas. Walaupun, membutuhkan waktu yang lama,” pungkasnya. UJG
 
 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.