76 Korban Longsor Positif Covid-19, Desa Cibokor Cianjur di Lockdown

H. Herman Suherman, Bupati Cianjur. (ESYA)

CIANJUR – Klaster baru penularan covid-19 muncul di Kabupaten Cianjur yakni para korban longsor. Sebanyak 76 warga pengungsi korban tanah longsor di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur terkonfirmasi positif covid-19. Fakta itu terungkap setelah Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur melakukan tes cepat dan usap antigen khusus kepada pengungsi. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur langsung bergerak cepat melakukan penanganan terhadap Klaster tersebut.

Bupati Cianjur, Herman Suherman, menegaskan, terkait bertambahnya pengungsi yang terpapar virus covid-19, maka diputuskan untuk menghentikan seluruh kegiatan warga di Desa Cibokor atau “lockdown”. “Pintu masuk dan keluar pemukiman warga ditutup. Untuk kebutuhan warga selama isolasi mandiri di sediakan gugus tugas, termasuk pelayanan kesehatan. Kita akan terus berupaya memutus rantai penyebaran,” tegasnya.

Herman juga mengimbau kepada warga untuk lebih meningkatkan prokes terutama saat melakukan aktifitas di luar rumah dan menjaga kesehatan serta imun tubuh agar tidak terpapar virus berbahaya karena perang terhadap virus corona harus dari seluruh lapisan warga. “Patuhi Prokes dimanapun berada,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan untuk menghindari penularan terus meluas, seluruh aktifitas warga satu desa dihentikan atau “lockdown”. Diketahuinya para korban longsor terdapat covid-19 setelah diketahui adanya 58 orang terkonfirmasi positif berdasarkan hasil swab test. Kemudian dilakukan kembali swab test kepada warga dan saat ini ada 76 warga terkonfirmaso positif.

“Warga yang positif menjalani isolasi mandiri di rumahnya masing-masing. Pengawasan dilakukan oleh Puskesmas setempat dan tim gugus tugas di lapangan,” jelasnya.

Lanjut Yusman, warga yang terkonfirmaso positif tidak disertai keluhan penyakit, hanya mengeluhkan kehilangan indra penciuman dan perasa, sehingga isolasi cukup di lakukan di rumahnya masing-masing, setelah BPBD menilai kondisi perkampungan sudah dapat dihuni. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.