75 Desa di Kabupaten Bogor Masuk Dalam Kawasan Kehutanan

Kabid Pertanahan DPKPP Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto. (Age | Pakar)

SUKAMAKMUR – Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor telah mendata sebanyak 75 desa yang ada di Kabupaten Bogor masuk dalam kawasan kehutanan.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Eko Mujiarto.

“Cukup banyak juga kasus lahan yang masuk kawasan hutan. Bahkan ada sekitar 75 desa di Kabupaten Bogor belum selesai dalam kasus ini, dan yang paling dominan itu berada di wilayah Kecamatan Sukakamur, Cariu, Pamijahan, Tenjo dan beberapa kecamatan lainnya,” katanya kepada PAKAR.

Eko menambahkan, untuk kaitan masalah di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, pihaknya telah membantu masyarakat dengan berkordinasi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Kita sudah membantu masyarakat dengan menyelesaikan permasalahan tanah itu sejak lama, dan kita juga terakhir sudah berkoordinasi dengan BPKH yang ada di Yogyakarta. Hasil koordinasinya disesuaikan dengan peraturan perundangan yang terbaru, UU Cipta Kerja dengan menindaklanjuti peraturan KLHK,” ucapnya.

Ia menerangkan, kaitan menyelesaikan masalah tanah yang masuk dalam peta kawasan hutan dari Kementruan Lungkuhan Hidup dan Kehutanan melalui BPKH Yogya, suratnya pun sudah dikirim ke Bupati Bogor dengan meminta tim yang berkaitan penetapan batas kawasan hutan dan inventarisasi pemanfaatan lahan.

“Makanya dengan adanya masalah di Sukawangi, sepanjang permasalahan itu yang ada di dalam peta kawasan hutan, sampai sekarang belum selesai. Masyarakat kemungkinan kecil memperoleh hak atas tanah itu. Makanya Pemda terus berupaya ke KLHK Pemerintah Pusat untuk bisa menyelesaikan permasalahan tanah yang sudah ditempati masyarakat sejak dulu,” terangnya.

Pemberitaan sebelumnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor Timur menyebutkan seluas 70 persen yang ada di Desa Sukawangi, Kecamatan Sukamakmur masuk dalam kawasan kehutanan, sehingga sejumlah warga tidak dapat mengikuti program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Akibat tidak dapat mengikuti program PTSL tersebut, puluhan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor Desa Sukawangi, mereka mempertanyakan dan mendesak Pemerintah setempat untuk dapat mengikuti program PTSL.

“Jadi Desa Sukawangi itu sebagian besar masuk lahan kehutanan, dan saya juga sudah menyosialikasikan sejak awal kepada masyarakat untuk syarat mengikuti PTSL harus di luar dari lahan lehutanan,” kata Kepala BPN Kabupaten Bogor Timur, Andi Sugandi kepada PAKAR. =AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.