679 Mahasiswa Unida Laksanakan KKN Tematik, Wujudkan Desa Maju di Kabupaten Bogor

Foto bersama usai pembekalan 679 mahasiswa Unida Bogor sebelum pelaksanaan KKN Tematik di 18 desa Kabupaten Bogor. (Dok.Unida)

CIAWI – Sebanyak 679 mahasiswa Universitas Djuanda (Unida) Bogor, akan terjun dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik tahun 2023.

Bertajuk Public-Private-People Partnership: Bersinergi Membangun Bogor”, ratusan mahasiswa tersebut akan disebar ke 87 desa di Kabupaten Bogor.

Rektor Unida, Prof Mohamad Ali Fulazzaky, mengatakan, KKN Tematik merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus.

Pada kegiatan itu, kata dia, para mahasiswa secara langsung bersama-sama dengan masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah.

“Berkenaan dengan itu, mahasiswa diharapkan turut berpartisipasi dan berkontribusi dalam program tersebut, diantaranya mengembangkan soft skills mahasiswa melalui kegiatan penyuluhan, pengajaran, pendampingan, interaksi dan komunikasi. Bagi Universitas merupakan implementasi dari pancadharma serta membangun sinergi dalam menciptakan inovasi dan kreatifitas yang bermanfaat bagi kedua belah pihak,” kata Ali Fulazzaky dalam keterangan tertulisnya, Selasa (11/7/2023).

Ratusan mahasiswa ini pun diketahui telah mendapatkan pembekalan dari kampus, kemarin. Pembekalan yang dilaksanakan secara hybrid,yakni daring melalui platform Zoom Cloud Meetings dan luring di Aula Gedung C Unida itu diisi oleh Dosen Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG Unida) Syamsuddin Ali Nasution dan Kepala Bidang Litbang Bappedalitbang Kabupaten Bogor Riny Kusumawati.

Ali Fulazzaky berpesan agar para mahasiswa
agar dapat menjaga nama baik diri dan institusi dengan menerapkan 21 Nilai Karakter Tauhid sebagai ciri khas yang dimiliki mahasiswa Unida.

“Diharapkan para mahasiswa menjaga nama baik almamater Universitas Djuanda, menerapkan 21 karakter tauhid di tengah masyarakat. Karena dengan kita menjaga nama baik dan berperilaku baik selama melaksanakan KKN, hal tersebut dapat menjadi nilai dan citra positif dari masyarakat terhadap Universitas Djuanda,” tegasnya.

Terpisah, Wakil Rektor III yang juga Ketua LPPM Unida, Yudi Wahyudin menambahkan,
KKN Tematik ini diikuti oleh 679 mahasiswa dengan didampingi oleh 114 Dosen Pembimbing Lapang (DPL) dari lima fakultas di Unida.

Kelima Fakultas tersebut antara lain Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL), Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik dan Ilmu Komputer (FISIPKOM) serta Fakultas Agama Islam dan Pendidikan Guru (FAIPG).

Para mahasiswa yang nantinya dibagi perkelompok, kata dia, akan diterjunkan ke 87 Desa dari 10 Kecamatan di Kabupaten Bogor, yaitu Kecamatan Ciawi, Kecamatan Megamendung, Kecamatan Cisarua, Kecamatan Caringin, Kecamatan Cigombong, Kecamatan Cijeruk, Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Babakan Madang, Kecamatan Citeureup, dan Kecamatan Gunungputri.

“Sesuai dengan tema, 4 komponen kita susuri menjadi isu utama yang ada di Kabupaten Bogor, hasil dari diskusi dan kolaborasi dengan Bappedalitbang serta Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor antara lain penyelesaian stunting, endorsement pendidikan (wajib belajar 9 tahun), penguatan UMKM, serta peningkatan partisipasi politik dan kesadaran hukum,” tuturnya.

Yudi menjelaskan, pemilihan lokasi tersebut dimaksudkan agar keberadaan kampus mempunyai nilai tambah tersendiri bagi masyarakat sekitar dengan adanya keterlibatan mahasiswa dan dosen pembimbing yang memberikan dampak positif secara langsung melalui kegiatan KKN Tematik.

“Hal-hal yang bisa dilakukan mulai dari shopping list terhadap isu, baik potensi dan peluang diri, serta permasalahan apa yang ada, lalu komparasikan cita-cita dan status desa saat ini. Buat roadmap pengembangan desa untuk menutup gap dalam mewujudkan cita-cita desa, disertai timeline dan kemungkinan kendala yang akan dihadapi. If you can measure yourself then you will know and plan on how to overcome all the gap you face to reach your future hope with your current capacity and capability,” jelasnya.

Sementara, Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Amaliah Djuanda, Siti Pupu Fauziah berharap KKN Tematik tersebut membuat mahasiswa bisa terus semangat berkontribusi memberikan yang terbaik kepada masyarakat.

Keberadaan mahasiswa menjadi agent of change, menurutnya, harus dibuktikan salah satunya yakni bagaimana hadirnya mahasiswa di tengah masyarakat dapat memberikan dampak positif, menjadi problem solving bagi setiap permasalahan masyarakat di Desa.

“Tentu yang harus kita perhatikan betul ketika kita berada di tengah masyarakat yakni pertama harus menjaga adab. Ramai kasus mahasiswa KKN yang diusir warga desa, ini bukan karena kurang pandai berinovasi, tetapi karena kurangnya adab. Semua mahasiswa Unida harus menampilkan yang terbaik, bageur, ramah, sopan, santun, makmurkan masjid,” tuturnya.

“Berikutnya adalah harus pandai menginventarisasi masalah, kemudian lakukan skala prioritas. Mana penting mendesak, tidak penting mendesak, dan lain sebagainya. Untuk itu, koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan. Yang terpenting, tinggalkan kesan terbaik, selain inovasinya yang berkelanjutan, diharapkan mahasiswa Unida dapat memberikan kesan baik bagi masyarakat di Desa, sehingga benar-benar kehadiran mahasiswa Unida bermanfaat dan membawa keberkahan,” tandas Siti. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.