563 Warga Terdampak Bencana di Barat Tunggu Huntap Selesai

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati. Khaerul Umam | Pakar

CIBINONG – Proses pembangunan hunian tetap (Huntap) akibat bencana di wilayah Barat Kabupaten Bogor, masih terus berlanjut. Ratusan huntap khususnya di Kecamatan Sukajaya, dan Cigudeg ditarget selesai pada Juli mendatang.

Sekretaris Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Lestia Irmawati mengklaim jika saat ini pembangunan huntap di dua desa tersebut tinggal menunggu jaringan listrik.

“Sekarang untuk yang di Desa Urug (Sukajaya) dan Sukaraksa (Cigudeg) sedang pemasang jaringan listrik, sedang dibangun tiangnya. Semoga sambungan listrik ke huntap nya bisa direalisasikan di anggaran perubahan,” ungkap Irma, Senin (21/6/2021).

Menurutnya, ada sekitar 563 unit rumah yang dibangun di dua desa tersebut. Masing-masing 358 di Desa Urug, Kecamatan Sukajaya, dan 205 di Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg.

Kata dia, ratusan unit huntap tersebut sudah ada calon penghuninya. “Jadi untuk pengisian huntap itu sudah penuh. Warga sudah setuju untuk relokasi di huntap tersebut,” jelas Irma.

Kata dia, sebelum pengisian huntap, warga calon penghuni terlebih dulu membuat pernyataan siap menghuni.

“Jadi mereka sudah diminta pernyataannya bahwa mereka siap direlokasi. Tinggal sekarang penyelesaian. Semoga selesai segera,” jelas Irma.

Sebelumnya diketahui, calon pengisi huntap telah lebih dulu melalui tahapan pengundian nomor urut.

Penentuan warga calon penghuni huntap tahap pertama ini, dilakukan sebagai langkah Pemkab Bogor memberikan kenyamanan dan keamanan kepada warga terdampak bencana banjir dan longsor yang terjadi pada awal Januari 2020 di wilayah barat tersebut.

Kepala Bidang Perumahan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor, Agus Suyatna mengatakan, proses pengundian nomor urut penentuan warga calon penghuni Huntap dilakukan dengan kearifan lokal yang dilaksanakan pihak kecamatan juga desa.

“Jadi Kementerian PUPR yang membangun huntap ini meminta kami untuk mendata, mengalokasikan huntap untuk warga. Hasilnya kami lakukan pengundian nomor urut untuk para penghuni Huntap tahap pertama kepada warga,” kata Agus.

Pengundian nomor urut ini juga dilakukan berdasarkan kriteria. Pertama adalah mereka yang terdampak langsung dengan bencana, lalu mereka yang sudah siap menempati huntap tersebut.

Namun pada prinsipnya, sambung Agus, Pemkab Bogor akan mengakomodir secara keseluruhan warga yang terdampak bencana untuk menghuni huntap yang layak untuk ditempati.

“Jadi tahap pertama ini, baru 563 Huntap yang dibangun. Kami masih rencanakan untuk membangun sekitar 2.000 Huntap untuk warga terdampak bencana di sana,” jelas Agus. =MAM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.