514 Orang Warga Binaan Lapas Cianjur Dapatkan Remisi dan 2 Orang Bebas Langsung

Bupati Cianjur Herman Suherman, bersama Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Heri Aris Susila saat memberikan remisi kepada warga binaan di Lapang Joglo Cianjur. Esya | Pakar

CIANJUR—Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II B Cianjur, berikan remisi kepada sebanyak 514 orang warga binaan pada momentum Hari Kemerdekaan RI yang ke 77, Rabu (17/8/2022). Dari sebanyak 514 orang yang mendapatkan remisi tersebut, ada sebanyak 2 orang warga binaan langsung bebas.

Kepala Lapas Kelas II B Cianjur, Heri Aris Susila, mengatakan jika remisi terhadap warga binaan tersebut, merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan pada momen-momen tertentu. Satu di antaranya pada momentum Hari Kemerdekaan RI. “Memang pada momentum Hari Kemerdekaan RI kali ini ada 514 orang warga binaan yang mendapat remisi. Dari sebanyak 514 orang warga binaan tersebut, ada dua orang diantaranya langsung bebas,” terang Heri kepada awak media usai upacara HUT ke-77 RI, di Lapang Prawatasari, Rabu (17/8/2022).


Sedangkan warga binaan lainnya, lanjut Heri, telah mendapatkan pengurangan masa tahanan pidana. Pengurangan masa tahanan tersebut, bervariatif. Menurutnya, jumlah warga binaan yang ada di Lapas Kelas II B Cianjur, terdiri dari sebanyak 784 orang laki-laki dan sebanyak 13 orang perempuan. “Memang dalam remisi Hari Kemerdekaan RI ini, pengurangannya ada yang 15 hari, ada yang 1 bulan, ada juga yang 6 bulan,” ujarnya.


Heri mengatakan ada beberapa syarat warga binaan yang bisa mendapatkan remisi tersebut. Di antaranya perkara yang menjerat warga binaan sudah mendapatkan kekuatan hukum tetap (inkrah) serta berkelakuan baik. “Termasuk yang telah menjalani kurungan selama 6 bulan masa pidana,” katanya.
Sementara itu berkaitan dengan dua warga binaan yang diduga keracunan minuman oplosan, Heri menjelaskan saat ini kondisinya sudah mulai membaik. Bahkan kondisi tersebut, disebabkan karena musibah.”Itu kasusnya kan diracik sendiri, dicampur sendiri, dan diminum sendiri. Apalagi kan dari hand sanitizer itu kan sejak zaman Covid-19 tersedia,” ungkapnya.


Dia mengaku dengan terjadinya peristiwa tersebut, pihaknya akan meningkatkan pengawasan. Pasalnya hingga saat ini, tinggal tersisa 1 orang warga binaan yang masih dalam perawatan di RSUD Sayang Cianjur. “Satu orang lagi sudah sembuh. Tentunya kami akan terus menerus untuk meningkatkan pengawasan,” pungkasnya. SYA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.