Masih Banyak Wilayah di Bogor Barat Belum Dapatkan Pemerataan Pembangunan

SUKAJAYA – Sejumlah wilayah perkampungan di Bumi Tegar Beriman khususnya yang berada di Kabupaten Bogor bagian Barat masih banyak yang belum mendapatkan pemerataan pembangunan. Bahkan ada perkampungan yang selayang pandang sulit bersanding dengan wilayah lainnya yang setiap detik bergerak dan berkembang maju.

Menyikapi banyaknya wilayah yang belum mendapatkan pemerataan pembangunan, salah satu tokoh masyarakat di Bogor Barat, Nurodin alias Jaro Peloy angkat bicara. “Harus dilandasi oleh niat yang tulus serta kamatangan konsep jitu dalam mewujudkan percepatan pembangunan disetiap pelosok wilayah Bogor Barat,” kata Nurodin yang akrab di kenal Jaro Peloy anggota DPRD Kabupaten Bogor kepada Pakar Online pada, Rabu 18 Mei 2022.

Pertama, lanjutnya, pentingnya mendasarkan pembangunan desa pada aspek partisipatif. “Maksud Pembangunan desa beraspek partisipatif ini, dilakukan sebagai upaya mempercepat dan meningkatkan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat desa dengan mengedepankan kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotongroyongan. Sehingga pencapaian pada Strategi pertama ini akan mewujudkan pengaruh pada rasa kebersamaan, perdamaian dan keadilan sosial,” ucapnya.

Strategi kedua, sambungnya, perlunya membangun sinergitas antar aktor sebagai kunci pelaksanaan implementasi UU Desa. Diantaranya Perlu ada penguatan koordinasi dan keterlibatan aktif dari seluruh stakeholder, termasuk Non Government Organization (NGO)/LSM, dunia usaha, Universitas, dan media. “Perlunya ada Sinergitas dari semua elemen terkait dalam rangka mendukung dan mengorganisir kegiatan-kegiatan setiap sektor dan aktor dalam satu sistem yang terorganisir sekaligus mencegah tumpang tindih,” terangnya.

Adapun strategi ketiga, kata Jaro Peloy, menyangkut upaya pembangunan Ekonomi Lokal Mandiri Berbasis Produksi. “Hal ini akan menunjang upaya penguatan ekonomi nasional dengan ketahanan pangan dan energi yang kuat,” ujarnya.

Strategi keempat, kata dia, menyangkut percepatan penyaluran dan penggunaan dana desa dalam menggerakkan sektor rill ekonomi desa. “Pemanfataan Dana desa merupakan penggerak sektor ekonomi riil di desa yang salah satunya wajib digunakan untuk pembangunan infrastruktur perdesaan,” tegasnya.

Nurodin mencoba menggambarkan beberapa wilayah desa di
Kecamatan Cigudeg Sukajaya dan Nanggung yang di tahun ini mulai diperhatikan pasca wabah covid-19 yang di 2020 dan 2022 banyak dialihkan atau Refocusing pada kegiatan darurat penanganan Covid 19 seperti Bantuan langsung Masyarakat dalam bentuk pangan pemberian beras, serta hal hal lain menyangkut penanganan dan pemberatasan penyebaran wabah tersebut.

“Menurut saya jelas bahwa Bogor Barat untuk persiapannya menuju Daerah Otonomi Baru serta dalam rangka menumbuhkan kesejahteraan di masyarakat, maka pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana harus lebih di geber dan ditingkatkan lagi, terlebih tadi setelah selama 2 tahun tertunda karena wabah covid, maka tahun ini dan seterusnya, pemerintah harus betul betul tegas memiliki cara dan strategi yang cepat dan jitu agar Bogor barat tidak melulu tertinggal disektor pembangunannya,” tegasnya.

Terkait faktor pendidikan, imbuh Jaro Peloy, inilah yang sangat penting wajib diperhatikan, karena kemajuan sebuah daerah itu, tentu akan sangat dipengaruhi oleh Sumber Daya Manusia (SDM) nya.

“Di Bogor Barat masih banyak sekolah sekolah yang berlokasi dipelosok kampung yang perlu lebih mendapatkan perhatian, disamping perhatian pada peningkatan infrastruktur Gedung sekolahnya, juga perhatian pada semua Tenaga Pendidiknya agar mendapat kesejahteraan yang mutlak,” ungkapnya.

Begitupun dengan sarana kesehatan bagi masyarakat, ambil saja contoh kasus di tiga desa di Kecamatan Nanggung yaitu Desa Curugbitung, Desa Cisarua dan Desa Malasari, dimana pada saat ini ketiga wilayah Desa tersebut masih ditangani oleh satu Puskesmas yaitu Puskesmas Curugbitung yang kondisinya sempit tidak memadai dimana pasien yang datang selalu berdesak desakan hingga sampai meminjam lahan gedung milik Desa Curugbitung.

“Di Tahun 2021 anggaran untuk pembelian lahan ternyata Di Refocusing. Ini kan sangat berat jika tanahnya saja belum ada, sementara di Sisi lain ada eks HGU Hevyndo yang masa hak kuasanya telah habis,” bebernya.

Oleh karena itu harapnya, demi untuk kepentingan masyarakat setempat. “Saya mendesak Pemerintah segera bisa lebih cepat lagi merealisasikan permintaan masyaralat untuk me Redistribusi tanah eks HGU PT. Heavindo sesuai dengan peraturan perundang undangan yang ada, demi mewujudkan indikator tercapainya pembangunan di masyarakat pada bidang kesehatan, termasuk Pendidikan dan daya beli. Berikut pemberian tanah baik dengan skema sertifikasi atau hak garap yang mutlak maka masyarakat bisa memulai bertani dan bercocok tanam untuk ketahanan pangan dan penguatan ekonomi pada sektor pertanian”,tukasnya.

Sementara Budi Antoro Tokoh Pendidik Bogor Barat yang juga Ketua MKKS SMK Kabupaten Bogor optimis, dalam beberapa tahun Kedepan kesemua pelosok desa di Bogor Barat akan alami perubahan yang signifikan.

“Baik itu di dunia pendidikan, infrastruktur, Kesehatan maupun di bidang ekonomi kemasyarakatannya, dengan catatan harus terjalinnya rasa keinginan dan tekad yang tinggi dari semua pihak, baik pemerintah dan masyarakatnya untuk bahu membahu saling menciptakan perubahan diberbagai bidang pembangunannya,” pungkasnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.