28 RT di Desa Klapanunggal Diperiksa Polisi Terkait ‘Penyunatan’ Dana BST

KLAPANUNGGAL – Puluhan Ketua Rukun Tetangga (RT) dipanggil pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor, terkait adanya dugaan penyunatan Dana Bantuan Sosial Tunai (BST) yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor.

Asep Sumawan, kepala urusan (Kaur) Perencanaan Desa Klapanunggal, mengaku sejumlah ketua RT diwilayahnya dipanggil oleh pihak kepolisian Polres Bogor terkait dugaan adanya pemotongan dana BST pada bulan april lalu. “Ada 28 RT yang dipanggil kepolisian terkait laporan warga kemarin, namun dalam sehari secara bergiliran dengan jumlah 6 Ketua RT dimintai keterangan, menghadap Polres Bogor,” ungkapnya.

Asep menuturkan keseluruh Ketua RT di Desa Klapanunggal semuanya sekitar 49 Ketua, namun hanya 28 orang saja yang dipanggil.“Di Desa Klapanunggal terdapat 49 RT, namun hanya 28 RT saja di Dusun 5 yang dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan,” jelasnya.

Dirinya tidak mengetahui apakah akan ada pemanggilan RT lainnya atau tidak untuk kedepannya dan jika akan ada pemanggilan selanjutnya, Pihak Pemerintah Desa Klapanunggal, siap untuk dimintai keterangan. “Sudah jelas itu bukan pemotongan, tapi pemerataan, dan itu pun sudah kami Musyawarah Desa (Musdeskan) sebelumnya, dengan kesepakatan bersama RT/RW,” jelasnya.

Sementara itu, Tati salah seorang warga yang membuat laporan kepolisian mengaku tidak akan melakukan pencabutan laporan adanya dugaan pemotongan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) senilai Rp 300.000 ribu beberapa bulan yang lalu.“Saya tidak akan cabut laporan, karena ini sudah menyangkut hak masyarakat. Hak masyarakat tidak boleh diganggu gugat apa lagi, ini sudah masuk rana korupsi,” tandasnya. AGE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.