171 Sekolah di Kabupaten Bogor, Senin Ini Uji Coba Belajar Tatap Muka

Puluhan siswa SMP 1 Cisarua saat melaksanakan simulasi belajar tatap muka. Yusman | Pakar

CISARUA – Wakil Bupati Iwan Setiawan mengatakan ada 157 Sekolah di Kabupaten Bogor akan melakukan uji coba belajar tatap muka dalam waktu dekat ini.

Uji coba pembelajaran tatap muka ini tertuang dalam keputusan Bupati Nomor, 443/202/Kpts/Per-UU/2021.

Menurutnya, uji coba belajar tatap muka akan dilaksanakan pada Senin (15/3/2021) yang tentunya dengan Pemberlakuan protokol kesehatan secara ketat. “Senin ini sudah mulai belajar tatap muka,” ujar Iwan Setiawan kepada wartawan.

Lanjut dia, setiap sekolah yang sudah tercatat bisa menjalankan belajar tatap muka juga tetap tidak bisa beroperasi secara normal. Satu kelas hanya bisa diisi 20 siswa. “Iyah hanya 20 siswa setiap kelasnya,” ucapnya.

Ia juga berharap, dalam Minggu ini para guru sudah melaksanakan suntik vaksin agar proses belajar tatap muka sekarang bisa berjalan lancar.

Kegiatan belajar tatap muka akan berhenti jika pada uji coba ini ada siswa atau guru yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Jika pada Senin ini tatap muka dimulai lalu ada yang kena itu langsung akan ditutup lagi,” tegasnya.

Ia juga menegaskan, belajar tatap muka hanya dilakukan pada 157 sekolah meliputi SD, SMP dan SMA. “Jadi di luar yang 157 sekolah belum bisa melaksanakan belajar tatap muka,” terangnya.

Sementara itu, untuk proses belajar tatap muka bagi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) belum bisa dilakukan. Paud akan menunggu hasil dari uji coba sekarang ini.

“Jika selama dua bulan uji coba belajar tatap muka SD, SMP dan SMA lancar, maka PAUD baru bisa memulai,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan GTK Disdik kabupaten Bogor, Ucu Sunarya menjelaskan, sebelum bisa melaksanakan uji coba belajar tatap muka, 171 sekolah ini telah melalui tahapan serta kajian yang panjang hingga diputuskan bisa melaksanakan belajar tatap muka.

“Dan mereka sekolah-sekolah ini mengajukan dulu, setelah pengajuan belajar tatap muka baru dari tim Disdik, kecamatan hingga desa mengkaji,” ucap Ucu.

Total yang mengajukan, kata dia, ada hampir 200 sekolah lebih. Namun yang lolos hanya 157 sekolah. =YUS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.