11 Desa di Nanggung Bakal Dapat Guyuran Rp2,2 Milyar

NANGGUNG – PT. ANTAM (Tbk) UBPE Pongkor bersama 11 Pemerintah Desa se Kecamatan Nanggung, menggelar rapat Musyawarah Rencana Pembangunan Pongkor (Musrenpong) untuk program tahun 2021 yang berlangsung di Meeting Room lantai 2 Hotel IBIS Bogor Raya, Kota Bogor.

Dalam rapat Musrenpong tersebut, hadir General Manager PT. Antam Pongkor Purwanto ST, MT bersama jajaran, Nurodin Anggota Legislatif (Aleg) Kabupaten Bogor asal Dapil 5 , 11 kepala Desa se Nanggung, para Kepala Seksi Kantor Kecamatan Nanggung, serta tim Inspektorat Kabupaten Bogor.

Agus Setyono Asisten Manager Comodity Development & External Relations PT. Antam Pongkor menjelaskan, pengertian Musrenpong dalam agenda rapat musyawarah tersebut tidak berbeda dengan program yang selama ini sudah berjalan dimasing masing desa, yakni MusrenbangDes.

“Prosesnya sama saja, Musrenpong ini cuma istilah saja kok, mengingat forum musrenpong ini digawangi perusahaan kami UPB emas Pongkor. Sehingga kami namakan Musrenpong atau Musyawarah Rencana Pembangunan Pongkor,” katanya.

Ia menambahkan, sasaran Musrenpong merupakan solusi Antam selaku pihak ketiga berkaitan dengan beragam usulan pengajuan program pembangunan desa melalui MusrenbangDes, selanjutnya Musrenbang Kecamatan Hingga tingkat Kabupaten.

“Peran Musrenpong disini sebagai penyelarasan terhadap banyaknya usulan pembangunan yang diajukan masyarakat yang tidak terakomodir. Nah kami masuk di sana,” terangnya.

Sementara pada penyesuaian anggarannya sendiri lanjut Agus, tidak harus melulu sama disetiap tahunnya. “Tapi untuk tahun 2021 ini, besarnya alokasi dana masih serupa dengan 2020 lalu yakni setiap desa masih mendapat Rp. 200 juta. Sehingga bantuan Musrenpong untuk pembangunan di 11 desa se Nanggung tahun 2021 ini mencapai Rp. 2,2 Milyar,” jelasnya.

Jani Nurzaman Kepala Desa Kalong Liud yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa Se Kecamatan Nanggung menambahkan, bantuan pembangunan yang diberikan melalui CSR Antam untuk program pembangunan di 11 desa se Wilayah Nanggung, pertama merujuk pada undang undang nomor 40 tentang Perseroan terbatas dimana salah satu pasal menyebutkan tentang tanggung jawab sosial lingkungan.

“Tanggung jawab sosial lingkungan tersebut di implementasikan melalui program CSR tentunya harus berangkat dari perencanaan yang matang. Dan kini kita angkat dalam forum Musrenpong yang merupakan hasil Musrembang tingkat desa yang digelar dua kali dalam setahun ini,” ucapnya.

Dari semua usulan pembangunan yang di ajukan warga pada Musrenbang desa, Musrenbang Tingkat Kecamatan maupun tingkat Kabupaten melalui Dana Desa maupun ADD, maka kini oleh desa diusulkan Ulang didalam Forum Musrenpong.

“Sehingga pada Musrenpong ini kami coba selaraskan dan kami sinergikan semua hasil Musrenbang desanya, apakah selaras atau tidak dengan program Antam”,ungkapnya.

Alhamdulilah dengan sudah berjalannya kali ke enam program Musrenpong Antam ini, semua pembangunan yang ada di desa, satupun tidak ada yang mangkrak.v”Sementara bantuan dari Musrenpong Antam untuk Desa Kalong Liud di tahun 2021 ini senilai Rp. 200 juta, pertama akan kami fokuskan bagi sarana prasarana keagamaan seperti rehabilitasi masjid dan Mushola maupun pondok pesantren. Kedua untuk peningkatan ekonomi masyarakat melalui Bundes. Ketiga akan di alokasikan bagi revitalisasi posko posko Covid-19 ditingkat RT dan RW,” tutupnya. JEF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.