Jual Beli LKS di Kota Bogor Menggeliat

by 10130 views

Jual Beli LKS di Kota Bogor Menggeliat

BOGOR-Transaksi keuangan dari hasil jual beli buku paket dan Lembar Kerja Siswa pada tahun ajar 2016 di sejumlah SD di Kota Bogor menunjukan peningkatan.

Seperti di SDN Ciluar 2 di Jalan Sukaraja No.36, Bogor Utara. Pihak sekolah diduga mendapat keuntungan jutaan rupiah karena setiap murid diwajibkan membeli buku paket dan LKS dengan harga yang telah dirincikan.

"Jumlah buku yang harus dibeli 11 pcs, seharga Rp210. Buku itu terdiri 8 LKS dan 3 pcs buku paket," ungkap AS, wali murid kelas 5 SDN Ciluar 2 kepada PAKAR, Minggu (31/7/2016).

Sepengetahuan AS, praktik jual belu buku paket maupun LKS di sekolah sudah dilarang keras oleh pemerintah.

Mengenai hal ini, juga tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2010 (atau kini PP No 66 tahun 2010) tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan pada Pasal 181.

Ditegaskan penyelenggara dan tenaga pendidik, baik perorangan maupun kolektif, dilarang menjual buku pelajaran, perlengkapan pelajaran, bahan pelajaran, serta pakaian seragam di tingkat satuan pendidikan.

Kemudian juga ditegaskan dalam Permendikbud Nomor 8 tahun 2016 tentang buku yang digunakan oleh satuan pendidikan.

Dalam peraturan menteri tersebut diatur tentang penghapusan LKS. Buku yang digunakan oleh siswa adalah buku yang dikeluarkan secara resmi oleh pemerintah.

Mengenai lembar latihan siswa berasal dari modul yang dibuat oleh guru-guru, bukan oleh pihak ketiga.

"Orangtua mau tidak mau membeli buku paket dan LKS, sebab jika tidak dikhawatirkan pihak sekolah akan memperlakukan anak didik semaunya," ucapnya.

Cerita sama diungkapkan, IG, orangtua murid kelas 2 di SDN Tajur 2 Kota Bogor. Dia terpaksa menjual perhiasan istrinya untuk membeli buku LKS yang direkomendasikan pihak sekolah melalui wali kelas.

"Harga buku LKS untuk 8 mata pelajaran di atas Rp100 ribu. Demi anak tidak masalah menjual emas istri," tuturnya.

IG khawatir jika anaknya punya LKS, dia bisa ketinggalan pelajaran dan dimarahi gurunya.

Praktik jual beli buku paket dan lks juga dikeluhkan, AK, wali murid SD di Kecamatan Ciawi.

Dia mengungkap, saat hari pertama masuk sekolah mendapat edaran mengenai kewajiban membeli buku paket untuk kegiatan akademik tahun ajar 2016/2017.

Dalam surat edaran tersebut dirincikan daftar buku paket mulai dari kelas 2,3,4,5 dan 6 dengan harga berbeda-beda, namun nominal termurah Rp453 ribu.

"Untuk anak yang sekarang duduk di bangku kelas 3, saya membeli 8 buku paket dari penerbit Erlangga seharga Rp467 ribu," ujarnya.

Untuk diketahui, Pemkot Bogor tahun ini mengucurkan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan LKS SD. Namun rupanya praktik jual beli LKS sudah menjadi budaya di kalangan pendidik yang sulit dihilangkan.ADI/BAL/ONE